RADARSEMARANG.ID - Kabar duka kembali datang kepada dunia pendakian Indonesia, terlebih kepada orang-orang yang pernah mendaki Gunung Lawu.
Pasalnya, hari ini (23/4) dikabarkan Mbok Yem atau memiliki nama asli Wakiyem, seorang pemilik usaha warung yang berada di Gunung Lawu telah meninggal dunia.
Mbok Yem diketahui menghembuskan nafas terakhirnya di rumah kediamannya di Dusun Dagung, Desa Gonggang, Kecamatan Poncol, Magetan, Jawa Timur.
Baca Juga: Dunia Pendakian Indonesia Berduka, Mbok Yem Gunung Lawu Meninggal Dunia
Penyebab dari meninggalnya penjual warung tertinggi di Indonesia yang legendaris tersebut dikarenakan penyakit pneumonia akut yang menyerang saluran pernafasannya.
Waktu meninggalnya salah satu tokoh legendaris di dunia para pendaki ini telah dikonfirmasi pada sekitaran waktu siang hari (23/4).
Sugeng Sucipto, Kepala Seksi Pemerintahan Desa Gonggang juga telah membenarkan kejadian dan mengonfirmasi kematian Mbok Yem kepada khalayak media.
Baca Juga: Warga Panik! Aksi Brutal WNA Ghana di Kalibata City Berujung Penangkapan
Sebelumnya, Mbok Yem diketahui sudah menjalani perawatan intensif dan pengobatan untuk penyembuhannya di Rumah Sakit Siti Aisyiyah Ponorogo.
Mbok Yem sendiri merupakan sosok yang dihormati serta telah menjadi ikon pendakian Gunung Lawu oleh para pendaki yang berkunjung.
Warung miliknya yang dijuluki sebagai warung tertinggi di Indonesia ini memiliki ketinggian 3.150 MDPL terletak di kawasan Hargo Dumilah, Gunung Lawu.
Ia telah membangun dan setia berjualan di Gunung ini sejak awal tahun 1980-an dan terus melakoni kegiatan tersebut meskipun cuaca di Gunung memang terkadang sangat tidak bersahabat.
Wanita asal Magetan tersebut memanglah melekat namanya di hati ribuan pendaki Gunung Lawu.
Banyak yang menjadikan sosok ini bukan hanya sebagai seorang pemilik warung, lebih dari itu mereka menganggap Mbok Yem sebagai penjaga semangat.
Warung Mbok Yem menjelma bukan hanya menjadi penyedia makanan atau minuman hangat disaat cuaca dingin.
Namun bagi para pendaki Gunung Lawu, warung tertinggi di Indonesia ini adalah penyemangat agar mampu mencapai puncak yang tinggal setengah jalan lagi.
Source: Jawa Pos, Radar Madiun
Editor : Baskoro Septiadi