RADARSEMARANG.ID – Usai lebaran idul fitri 2025, puluhan pemandu karaoke atau Lady Companion yang berada di Kompleks Wisata Karaoke Sarirejo kembali berdatangan.
Setidaknya terdapat 40 pemandu lagu yang saat ini sedang melakukan pemeriksaan kesehatan dan dibantu oleh puskesmas pembantu Bugel.
Pemeriksaan sendiri terdiri dari pemeriksan Kesehatan umum dan pengambilan sampel darah.
Sebelum melakukan cek Kesehatan, para pemandu lagu ini diminta untuk mengisi formulir screening kesehatan umum.
Semua datang dan tertib satu per satu. Bagi yang sudah lama tinggal, mereka mendapat buku periksa yang dibawa setiap kegiatan.
Namun ada beberapa yang baru. Misalnya Ozhie dan beberapa temannya. Ada yang datang dari Cirebon, Bali dan beberapa lokasi lain.
Pemeriksaan bagi pemandu karaoke baru dilakukan lebih lengkap. Nah, saat mengisi formulir, kadang membingungkan petugas.
Karena yang diisi adalah nama panggilan atau nama tenar. Dan itu berbeda dengan nama asli yang tertera dalam KTP.
"Maaf, malah lupa isi nama aslinya," ujar salah satu pemandu karaoke didepan petugas.
Baca Juga: Video Syur Pelajar di Demak Berlanjut, Enam Orang Diperiksa
Pendamping pemandu karaoke, Alfred Lehurliana dari LSM Tegar menjelaskan, kegiatan rutin ini harus dilakukan untuk menjaga kesehatan para pemandu karaoke. Termasuk menekan penyebaran HIV/Aids.
"Yang pasti di Sarirejo tidak boleh ada prostitusi. Jika ada yang melanggar, langsung dikenai sangsi sampai penutupan rumah karaoke," ujar Alfred tegas.
Lebih jauh, ia menjelaskan jika aturan ini harus tegas dilakukan. Terlebih tamu yang menyusut kaitan kondisi ekonomi yang tengah lesu.
Menariknya, lokalisasi Sarirejo atau yang biasa dikenal dengan sembir merupakan kawasan yang dulunya dikenal sebagai pusat pelacuran atau prostitusi di Kota Salatiga.
Sembir memiliki arti tepi atau pinggir. Sesuai dengan artinya, Sembir pun terletak di daerah pinggiran atau ujung utara Kota Salatiga, tepatnya di kawasan Sarirejo, Kelurahan Sidorejo Lor, Kecamatan Sidorejo.
Tentu, dengan keberadaan Sembir sebagai tempat lokalisasi sudah ada tahun 1970-an. Sejarah Sembir di Salatiga tak bisa dilepaskan dari sosok pria bernama Samad.
Ya, Samad merupakan seorang pioner awal mula tempat lokalisasi di Sembir. Kala itu, sekitar tahun 1960-an, sebelum adanya lokalisasi Sembir, banyak pekerja seks komersial (PSK) di Salatiga yang kerap beroperasi di jalanan.
Samad sebagai tokoh pelopor sejarah prostitusi di Sembir Salatiga, tetap nekat merintis berdirinya rumah bordil di kawasan tersebut.
Namun bukannya sepi, rumah bordil milik Samad itu justu kerap didatangi pria hidung belang yang ingin menyalurkan syahwatnya.
Alhasil, banyak muncikari di Salatiga yang berlomba-lomba mendirikan rumah bordil di kawasan Sembir. Lambat laun Sembir sebagai kawasan prostitusi pun semakin ramai
Namun, sejarah Sembir sebagai kawasan prostitusi di Kota Salatiga lambat laun mulai luntur. Hal ini menyusul keputusan Wali Kota Salatiga pada tahun 1998 yang menutup atau menghentikan praktik prostitusi di kawasan Sarirejo atau Sembir.
Keputusan Pemkot Salatiga yang tertuang dalam SK Wali Kota Salatiga No. 462.3/328/1998 itu pun membuat para pemilik rumah bordil atau tempat prostitusi di Sembir atau Sarirejo Salatiga mulai melakukan inovasi.
Lantas, mereka mengubah tempat prostitusinya menjadi tempat hiburan malam karaoke. Bahkan, saat ini Sembir atau Sarirejo ditetapkan sebagai kawasan wisata karaoke di Salatiga.
Kini masih ada 50 tempat karaoke yang beroperasi di Kawasan Sarirejo atau Sembir ini.(dka)
Editor : Baskoro Septiadi