Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Tahun 2025 Kopassus Genap Berusia 73 Tahun, Yuk Intip Sejarah dan Sepak Terjangnya

Sulistiono • Rabu, 16 April 2025 | 17:49 WIB

RADARSEMARANG.ID - Hari ini Rabu, tepat 16 April 2025, satuan pasukan elite yang di miliki Tentara Nasional Indonesia (TNI), Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD, merayakan hari jadinya yang ke 73. 

Satuan yang di kenal dengan warna baret merahnya ini terbentuk melalui instruksi Panglima Tentara dan Teritorium III.

Sejak saat itulah, Kopassus menjadi bagian TNI Angkatan Darat dengan tugas-tugas khusus di bidang pertahanan, keamanan, hingga operasi militer non-perang.

Sebagai salah satu pasukan elite di lingkungan TNI, Kopassus sudah pasti sangat kenyang asam garam dengan misi-misi operasi, baik misi pertempuran maupun misi kemanusiaan yang di jalaninya tak hanya di dalam negeri namun juga di luar negeri. 

Dan inilah sejarah awal berdirinya Kopassus yang memiliki markas pusat di Cijantung, Jakarta ini. 

Kopassus terbentuk dari pengalaman TNI saat memadamkan pemberontakan Republik Maluku Selatan (RMS).

Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI) nama TNI dulu, segera mengirim pasukan yang di pimpin langsung oleh Panglima Tentara dan Teritorium III Kolonel A.E. Kawilarang, dengan Letkol Slamet Riyadi sebagai komandan operasi.

Misi penumpasan ini sukses di jalankan pasukan TNI atau APRI waktu itu, namun jumlah korban yang di alami TNI saat itu cukup besar, meski jumlah personel RMS lebih sedikit, namun mereka memiliki kemampuan bertempur yang sangat mumpuni. 

Berangkat dari pengalaman itulah, Letkol Slamet Riyadi kemudian menggagas pembentukan satuan pemukul yang dapat digerakkan secara cepat dan tepat, menghadapi berbagai situasi tempur di seluruh wilayah Indonesia.

Setelah gugurnya Letkol Slamet Riyadi dalam sebuah pertempuran di Ambon, gagasan ini diteruskan oleh Kolonel A.E. Kawilarang. Akhirnya, melalui Instruksi Panglima Tentara dan Teritorium III No. 55/Instr/PDS/52 tanggal 16 April 1952, terbentuklah Kesatuan Komando Teritorium III, cikal bakal Kopassus, yang dikenal dengan sebutan Korps Baret Merah.

Pasukan Komando pertama dipercayakan kepada Mayor Moch. Idjon Djanbi, mantan kapten KNIL yang memiliki pengalaman bergabung dengan Korps Speciale Troopen, pasukan khusus Belanda di masa Perang Dunia II.

Pasca di bentuk pada tahun 1952 silam nama pasukan berkualifikasi Komando ini sempat mengalami beberapa kali perubahan hingga akhirnya namanya menjadi Kopassus sampai saat ini. Dan berikut nama-nama sebelum berubah menjadi Kopassus. 

Sebagai pasukan elite, Kopassus jelas selalu mendapat tempat utama dalam setiap misi. Hampir semua palagan di tanah air pernah di jalani Kopassus. Dan berikut sepak terjang Kopassus di misi-misi operasi khusus yang di jalaninya. 

Dan saat ini Kopassus masih terlibat dalam misi di tanah Papua, mendukung tugas Polri dalam operasi bersandi Damai Cartenz. Selain bergabung dalam Operasi Damai Cartenz, Kopassus juga di sebut bergabung dengan pasukan elite TNI lainnya dalam operasi Satgas Rajawali di Papua. 

Nama harum Kopassus sempat tercoreng setelah beberapa personelnya yang tergabung dalam Satgas Tribuana yang menjalani misi di Papua, terlibat dalam pembunuhan tokoh bangsa Papua, Theys Eluay pada tahun 2001. 

Dalam peristiwa ini tujuh personel Kopassus sempat di seret di depan meja hijau Pengadilan Militer dan di jatuhi hukuman. 

Selain di Papua, nama harum Kopassus juga sempat tercoreng saat menjalankan misi di daerah konflik Aceh saat pemberlakuan Daerah Operasi Militer (DOM) untuk memadamkan pemberontakan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). 

Di Aceh, Kopassus sempat terseret dalam tragedi Rumah Geudong, sebuah  tragedi penyiksaan terhadap masyarakat Aceh yang dilakukan oleh aparat personel yang di sebut-sebut dilakukan Kopassus selama masa konflik Aceh dari tahun 1989-1998. 

Tragedi ini terjadi di sebuah rumah tradisional khas Aceh atau geudong di Desa Bili, Kemukiman Aron, Kecamatan Glumpang Tiga, Kabupaten Pidie, yang di gunakan sebagai markas Kopassus. 

Namun terlepas dari beberapa kasus yang sempat menghampirinya, namun Kopassus telah membuktikan diri sebagai salah satu satuan elite TNI yang memiliki peranan penting dalam menjaga stabilitas keamanan dari ancaman pihak-pihak yang ingin merongrong Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dirgahayu Komando Pasukan Khusus, Kopassus. Komando! (sls/bas)

Kopassus,satuan pasukan elite TNI yang selalusiap  terjun dalam setiap palagan genap berusia 73 tahun.
Kopassus,satuan pasukan elite TNI yang selalusiap terjun dalam setiap palagan genap berusia 73 tahun.
Editor : Baskoro Septiadi
#Operasi Damai Cartenz #dom #Satgas #Pasukan Khusus TNI #RPKAD #NKRI #komando #Papua #hut kopassus #Misi Khusus #GAM aceh #Palagan #Kopassandha #kopassus #pasukan elite tni