Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Ini Dia Modus Dokter Kandungan di Garut yang Diduga Lakukan Pelecehan, Iming-imingi USG 4D Gratis Juga Larang Bawa Suami

Falakhudin • Rabu, 16 April 2025 | 12:30 WIB

Ini Dia Modus Dokter Kandungan di Garut yang Diduga Lakukan Pelecehan, Iming-imingi USG 4D Gratis Juga Larang Bawa Suami
Ini Dia Modus Dokter Kandungan di Garut yang Diduga Lakukan Pelecehan, Iming-imingi USG 4D Gratis Juga Larang Bawa Suami

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang — Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman CCTV yang memperlihatkan dugaan tindakan pelecehan seksual oleh seorang dokter kandungan di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Kabar ini mencuat setelah seorang dokter sekaligus influencer kesehatan, Dr. Mirza Mangku Anom, membagikan sejumlah pengakuan dari warganet yang mengaku sebagai korban dalam Instagram Story miliknya.

Baca Juga: Gaji TNI Polri Juga Naik 16 Persen, Tak Hanya Gaji PNS dan Pensiunan Saja, Segini Besarnya

 

Dalam tangkapan layar pesan langsung (DM) yang dibagikan Dr. Mirza, terlihat beberapa cerita korban yang merasa dilecehkan oleh sang dokter saat menjalani pemeriksaan USG.

Salah satu pengakuan menyebutkan bahwa kejadian bermula saat korban diperiksa oleh dokter spesialis kandungan yang sedang praktik di sebuah klinik yang bekerja sama dengan bidan.

“Waktu itu tahun 2023, saya ke bidan dan diperiksa oleh dokter spesialis Obgyn. Dari awal sudah terasa aneh, apalagi saya datang tanpa suami,” tulis korban dalam pesannya.

Lebih lanjut, korban mengatakan dokter tersebut mulai menghubungi lewat WhatsApp dan mengajaknya jalan-jalan.

 

Baca Juga: Jadwal Piala Dunia U-17 2025 dan Daftar Tim yang Lolos

 

Tak hanya itu, ia juga diiming-imingi pemeriksaan dan USG 4D gratis di klinik pribadi sang dokter yang berlokasi tak jauh dari alun-alun Garut.

Dalam unggahan lain, disebutkan bahwa modus yang digunakan oknum dokter adalah memberikan tawaran pemeriksaan gratis, namun dengan syarat pasien harus datang seorang diri.

“Dia sering WhatsApp pasien, janjiin USG 4D gratis, tapi ujung-ujungnya ngajak ketemu atau main,” tulis salah satu netizen dalam tangkapan layar lainnya.

Beberapa pesan juga mengungkapkan bahwa sang dokter melarang pasien untuk datang bersama suami atau kerabat saat pemeriksaan, yang menimbulkan kecurigaan dan kekhawatiran.

Kasus ini kini tengah menjadi sorotan publik dan memicu kekhawatiran terhadap keselamatan pasien, terutama perempuan, saat menjalani pemeriksaan kesehatan reproduksi.

 

Baca Juga: VIRAL! Film Bidaah Sedot 1 Miliar Penonton, Bagaimana Ajaran Walid yang Mengaku Imam Mahdi?

 

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai harus dilakukan tindakan tegas berupa pencabutan izin, bahkan gelar dokter yang viral karena kasus pelecehan pada pasiennya di Garut.

Sebab, kata Dedi, profesi dokter ada kode etik dan komite yang mengurus hal tersebut, sehingga hal itu bukanlah sesuatu yang sulit.

“Kalau dokter lecehkan pasien di Garut, kan dokter ada komite etiknya. Ya berhentikan saja, cabut izin praktik dokternya, kenapa harus susah. Bila perlu perguruan tinggi yang meluluskan dokter itu mencabut gelar dokternya,” kata Dedi di Gedung Pakuan Bandung.

Ia mengatakan karena dokter merupakan profesi yang saat dilantik untuk berpraktik, ada sumpah profesi yang diambil.

 

Baca Juga: Daftar 7 Libur Panjang Setelah Libur Lebaran 2025

 

“Nah ini yang dilakukan. Jadi, hari ini harus ada tindakan-tindakan tegas, tidak perlu lama, tidak bertele-tele,” ujarnya.

Proses hukum, lanjutnya, harus dijalankan sampai tuntas. “Sedangkan di sisi pelecehan seksualnya, ya proses secara hukum,” tuturnya.

Kepolisian Resor Garut, Jawa Barat, melakukan penyelidikan terkait kasus dugaan oknum dokter kandungan Garut yang melecehkan pasien di salah satu klinik terhadap pasien yang memeriksakan kehamilannya.

“Ini masih kami dalami, Polres Garut dan Polda Jabar telah membentuk tim khusus untuk melakukan penyelidikan,” kata Kepala Kepolisian Resor Garut AKBP Mochamad Fajar Gemilang saat mengecek langsung klinik yang sebelumnya menjadi tempat praktik dokter kandungan di wilayah Garut Kota.

Baca Juga: BUMN KAI Services Buka Lowongan Kerja April 2025 Minimal Lulusan SMA, Lokasi di Semarang, Yogyakarta dan Bandung

 

Sebelumnya, tersebar video hasil rekaman CCTV terkait dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum dokter kandungan di salah satu klinik di wilayah Garut.

Video tersebut tersebar di sejumlah akun media sosial, maupun di grup WhatsApp yang menayangkan seorang dokter sedang memeriksa pasien dengan metode Ultrasonografi USG.

Baca Juga: Segini Besarnya Gaji PNS dan Pensiunan Setelah Resmi Naik 16 Persen, Begini Kata Menkeu Sri Mulyani

 

Video tersebut tidak cukup jelas terkait dugaan arah pelecehannya, hanya menayangkan adanya pergerakan tangan dokter layaknya memeriksa pasien kandungan di area mendekati payudara pasien. (fal)

Editor : Baskoro Septiadi
#Dokter Kandungan di Garut Diduga Lecehkan Pasien #dokter kandungan digugat #metode Ultrasonografi USG #kasus pelecehan #Gedung Pakuan Bandung #Dokter Kandungan Garut Lecehkan Pasien #dokter spesialis kandungan #pelecehan seksual #kesehatan reproduksi pria #Dokter Kandungan Garut #polres garut #dokter kandungan #rekaman cctv #media sosial #Dokter kandungan di garut lakukan pelecehan seksual #gubernur jawa barat dedi mulyadi #modus dokter obgyn #pemeriksaan gratis #Dokter Kandungan Ditangkap Polisi #Grup WhatsApp #polda jabar #Kesehatan Reproduksi #Mirza Mangku Anom #pemeriksaan USG #USG 4D gratis