RADARSEMARANG.ID – Gebrakan terbaru dari Kementerian Desa (Kemendes) untuk memberikan usulan terkait para sarjana yang masih menganggur untuk dijadikan pegawai Koperasi Desa Merah Putih.
Bahkan, Kementerian Desa pun memerintahkan kepala daerah untuk mendata seluruh lulusan sarjana yang masih mengganggur.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto mengatakan hal ini untuk melihat sumber daya manusia di desa-desa.
“Ini juga kami melihat sumber daya manusia di desa-desa tentu terbatas. Maka kemarin sudah kami sampaikan di rapat Satgas Koperasi,” katanya.
pendataan ini diperlukan agar masuk dalam program prioritas dan bisa menambah SDM untuk menjadi pegawai Koperasi Merah Putih.
Namun perlu diingat, bagi sarjana yang menganggur ini akan di data dan diberi pelatihan terlebih dahulu.
Yandri juga mengatakan pihaknya mengusulkan pensiunan profesional di desa setempat untuk direkrut guna menjalankan Kopdes.
“Mungkin ada juga, ya, di desa itu pensiunan bank atau pensiunan tenaga profesional lain. Itu juga bisa menjadi sumber utama, sumber daya manusia untuk mengawal, menjalankan Koperasi Desa Merah Putih,” ungkap Yandri.
Terkait dengan Pembangunan Koperasi Merah Putih, pihak Kemendes pun masih menemui kendala yakni kurangnya lahan untuk pembangunannya.
Pihak Kemendes pun meminta kepada kepala desa setempat untuk mencarikan solusi seperti memperkirakan apakah ada bangunan yang dapat diubah menjadi gudang atau sewa tanah.
Nah, sebagai infotmasi, Koperasi Desa Merah Putih ini sendiri memiliki berbagai peluang untuk sinergi dalam usaha simpan pinjam, apotek desa, logistic, pengadaan sembako, klinik, hingga cold storage.
“Tadi sudah bicarakan mungkin tidak kita dalam satu gudang ya. Tadi kan ada tujuh gerai atau enam gerai, tetapi kalau lahan yang terbatas bisa jadi pelayanan kesehatan mungkin di Posyandu, tetap namanya Koperasi Desa Merah Putih. Pelayanan gudangnya mungkin di tempat lain, tetapi di lokasi desa itu,” tutup Yandri.(dka)
Editor : Baskoro Septiadi