RADARSEMARANG.ID - Wacana pengembalian binatang purba yang telah punah kembali ke alam liar merupakan proyek yang telah dilakukan oleh para ilmuwan jauh-jauh hari kebelakang.
Meskipun awalnya menuai banyak pro dan kontra, namun dengan perkembangan teknologi yang semakin maju makin menuntut proyek ini selangkah lebih maju.
Kelahiran tiga ekor bayi serigala purba jenis Dire Wolf yang telah punah sekitar 12.500 tahun lalu di Jaman Es menjadi tonggak awal keberhasilan proyek re-extinction yang telah dilakukan umat manusia.
Spesies ini berukuran jauh lebih besar ketimbang jenis serigala yang kita kenali sekarang ini. Bahkan Dire Wolf juga memiliki julukan Serigala yang Mengerikan.
Spesies ini menguasai hampir seluruh dataran di Amerika Utara dan hidup sejaman dengan beberapa jenis megafauna seperti Mammoth, Badak Berbulu Wol hingga Bison Purba.
Colossal Bioscience, selaku perusahaan Bioteknologi yang bertanggungjawab atas kelahiran kembali spesies serigala purba ini.
Menyatakan bahwa ketiga anak serigala Dire Wolf yang diciptakan dari rekayasa genetika dari sebuah penemuan DNA kuno di fosil yang berasal dari 11.500 hingga 72.000 tahun lalu.
Menurut Colossal Bioscience " Prestasi ini adalah hasil dari bertahun-tahun merintis ilmu pengetahuan, inovasi yang tak kenal lelah dan dedikasi yang tidak terpatahkan".
Ketiga bayi serigala ini "dihidupkan" lagi dengan cara penyuntikan genetika dan menjadikan mereka binatang purba pertama yang dikembalikan oleh manusia dari kepunahan.
Bayi-bayi Dire Wolf ini memiliki bulu berwarna putih yang menutupi seluruh tubuhnya. Serta proporsi kepala yang lebih besar ketimbang serigala abu-abu di masa modern.
Sebenarnya, Colossal Bioscene sejak tahun 2021 telah melakukan banyak proyek penghidupan kembali binatang-binatang purba seperti Mammoth, Burung Dodo hingga Harimau Tasmania.
Namun, hingga kini hanya Dire Wolf yang telah dipublikasikan ke khalayak ramai.
Baca Juga: Siapakah Pemenang Antara Singa Melawan Harimau Jika Bertarung? Ini Penjelasannya Historisnya
Ketiga Dire Wolf ini diberi nama Romulus dan Remus untuk dua ekor bayi serigala jantan, sedangkan si betina diberi nama Khaleesi yang lahir belakangan.
De-extinction atau pengembalian spesies dari kepunahan kini bukan hanya sekedar teori belaka, namun berhasil dibuktikan oleh umat manusia untuk masa depan yang lebih cerah.
Source: National Park Service, Colossal Science (IG, YouTube)
Editor : Baskoro Septiadi