Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Indonesia Kehilangan Berjuta Hektar Hutan, Memperbesar Potensi Konflik Manusia dengan Binatang Liar

Aby Genta Putra Prasetya • Jumat, 28 Maret 2025 | 17:38 WIB
Deforestasi dan kondisi orangutan yang terdampak
Deforestasi dan kondisi orangutan yang terdampak

RADARSEMARANG.ID - Deforestasi atau penghilangan hutan untuk menjadi pemukiman atau perkebunan memanglah menjadi hal yang cukup serius di negara ini.

Meskipun dikenal sebagai salah satu negara yang masih memegang predikat sebagai paru-paru dunia, namun pada kenyataannya jumlah daerah hijau di Indonesia makin berkurang setiap tahunnya.

Hal ini dikarenakan masifnya pembangunan untuk permukiman, ataupun kepentingan agraria dengan menumbuhkan komoditas-komoditas perkebunan.

Menurut data dari Goodstat.id, sepanjang tahun 2002 hingga 2022 Indonesia telah kehilangan 10,2 juta hektar hutan primer di berbagai pulau.

10,2 juta hektar hutan primer adalah 35% dari total keseluruhan kehilangan daerah hijau alami dalam periode waktu yang sama, Total luas hutan primer Indonesia (Hutan Hujan Tropis) berkurang sekitar 11% pada dua dekade kebelakang.

Hampir 107 ribu hektar dari luas hutan primer tersebut setara dengan 177 metrik ton emisi gas Co2 dan keseluruhannya menurut Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia berada di area hutan resmi negara.

Beberapa faktor yang mempengaruhi hilangnya hutan Indonesia juga disebabkan oleh faktor alami seperti angin puting beliung, longsor dan berbagai bencana alam lainnya.

Selain berimbas buruk pada keberlangsungan hutan sebagai salah satu penyedia oksigen bagi manusia, penggundulan hutan juga menyebabkan makin maraknya konflik antara manusia dengan hewan liar.

Beberapa spesies yang paling terlihat kerap terlibat konflik dengan pemukiman warga maupun masyarakat setempat, diantaranya:

Gajah Sumatra dan Gajah Borneo

Menurut data dari Mongabay, kedua spesies gajah endemik ini kehilangan sekitar 70% dari habitat asalnya dalam kurun waktu 25 tahun.

Hal ini tentunya membuat spesies hewan darat terbesar ini kerap mendekati pemukiman warga karena menghilangnya jalur migrasi maupun tempat tinggalnya.

Baca Juga: BRIN Identifikasi Rambut Harimau di Sukabumi, Kebangkitan Sang Raja Hutan dari Kepunahan?

Harimau Sumatra

Sebagai kucing predator terbesar di kawasan Nusantara, Harimau Sumatra merupakan spesies yang masih tersisa diantara harimau jenis lain di Indonesia.

Kucing besar ini juga tak luput terimbas dari kehilangan habitatnya, menurut HarimauKita, Harimau Sumatera yang kehilangan habitat makin kerap bersinggungan dengan pemukiman warga, membahayakan kedua belah pihak yang hidup dalam satu lingkup.

Buaya Muara

Khususnya di Sumatera Utara, reptil ini juga kerap muncul di pemukiman sekitar dikarenakan alih fungsi habitat rawa dan sungai menjadi tempat pembuangan limbah industri yang berbahaya.

Beruang Madu

Dalam berbagai kasus, Beruang Madu kerap terlihat di pemukiman warga di Lampung, biasanya mereka mengais-ngais sampah milik warga sekitar karena kekurangan bahan pangan yang aslinya disediakan oleh hutan tempat habitat asalnya.

Orangutan

Primata berwarna cokelat oranye ini, subspesies (Orangutan Sumatra, Tapanuli dan Borneo) kerap terlihat di situs-situs perkebunan maupun pertambangan yang dibuat oleh manusia.

Hal ini membuat potensi konflik antar kedua spesies makin membesar, dan tentunya berbahaya bagi kelangsungan hidup satwa terancam punah ini.

Source: Goodstat ID, Mongabay

Editor : Baskoro Septiadi
#Konflik Binatang Liar #Konflik Manusia Dengan Binatang Liar #Indonesia Kehilangan Berjuta Hektar Hutan #Indonesia Kehilangan Hutan #Hutan di Indonesia