Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Prancis Meminta AS Kembalikan Patung Liberty, Dianggap Sudah Tidak Mewakilkan Nilai Kebebasan

Aby Genta Putra Prasetya • Jumat, 21 Maret 2025 | 15:26 WIB
Potret: Raphael Glucksmann dan Patung Liberty di New York AS
Potret: Raphael Glucksmann dan Patung Liberty di New York AS

RADARSEMARANG.ID - Dikenal sebagai landmark negara milik Amerika Serikat, keberadaan Patung Liberty jadi simbol yang begitu lekat dengan Negeri Paman Sam.

Lewat penggambaran dari berbagai pop culture dan media, kita mengenal patung wanita setinggi 93 meter tersebut memanglah ikon demokrasi dan kebebasan bagi negara Amerika Serikat yang menjunjung tinggi kedua ideologi tersebut.

Namun, setelah berbagai polemik politik yang melanda negara tersebut, kini The Lady of Liberty atau patung wanita kebebasan tersebut diminta kembali oleh negara Prancis.

Patung Liberty merupakan hadiah pertemanan yang terjalin antara kedua negara tersebut pada tahun 1886 dan diresmikan oleh Presiden Groover Cleveland.

Bersamaan dengan menegangnya atmosfir politik antara Amerika Serikat dengan Uni Eropa, seorang politisi sayap kiri di Prancis bernama Raphael Glucksmann menuntut pengembalian patung tersebut.

Glucksmann merupakan politisi yang sedang naik daun dan menjadi kunci utama meningkatnya kekuatan ideologi kiri di politisi Prancis saat ini.

Dalam konferensi yang dilakukan di Place Publique centre-left movement, Glucksmaan mengatakan " Kembalikan Patung Liberty kepada kami!" di hadapan semua orang yang hadir.

Tuntutan tersebut datang dikarenakan Amerika Serikat tidak lagi dianggap memiliki nilai yang sama merepresentasikan kebebasan yang membuat Prancis memberikan patung seberat 225 ton tersebut.

Komentar Glucksmann berawal dari pandangannya terhadap masa kepemimpinan Trump di AS, ia menyebut bahwa Amerika lewat Donald Trump telah menyebar ketakutan pada masyarakat Eropa dan ancaman demokrasi di Negeri Paman Sam sendiri.

"Kami memberikannya (Patung Liberty) sebagai hadiah, namun kalian (AS) menghinanya. Jadi, patung tersebut lebih baik disini, di rumahnya" ujar Glucksmann.

Raphael Glucksmann terang-terangan mengkritisi Trump, yang memiliki perubahan radikal atas kebijakan keamanan AS yang berbalik arah dari perang Ukraina.

Ia juga "menyenggol" para politisi dan partai sayap kanan yang secara ideologi memiliki kesepakatan yang sama dengan Donald Trump. Glucksmann bahkan menyebut mereka sebagai "fan club" dari Trump dan Elon Musk.

Kembali terpilihnya Trump di Amerika merubah banyak kebijakan yang sebelumnya telah ada, selain sikap AS kepada Uni Eropa dan Ukraina, Trump juga kabarnya telah memangkas biaya penelitian serta memecat ribuan pekerja dan peneliti di bidang kesehatan dan iklim.

Baca Juga: Ribuan Musisi Asal Inggris Protes Terkait Legalitas AI Lewat Sebuah Album Musik Kosong

Hal tersebut membuat pemerintah Prancis dengan sigap mengambil alih para pekerja federal tersebut untuk bekerja dibawah pemerintahan Prancis.

Source: Constitusionus, National Park Service, Yahoo

Editor : Baskoro Septiadi
#Prancis Amerika Serikat #Prancis Minta Patung Liberty Dikembalikan #Patung Liberty Amerika Serikat #Nilai Kebebasan Amerika Serikat #Patung Liberty Dikembalikan