RADARSEMARANG.ID – Ibu guru Salsa yang mengajar di sebuah sekolah dasar (SD) di Kabupaten Jember akhirnya buka suara terkait viralnya video yang beredar.
Dalam klarifikasinya tersebut dirinya meminta maaf karena telah membuat kegaduhan dan merugikan sekolah dimana dia mengajar.
Imbasnya, dirinya saat ini sudah keluar dari sekolahan tersebut usai videonya viral. Tak hanya itu saja, dirinya Salsabila diketahui berstatus guru honorer.
Namun, kabarnya ia sudah dinyatakan lulus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Kabarnya Salsa mengambil formasi tenaga teknis administrasi perkantoran di Satuan Pendidikan Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Ambulu, Jember.
Dari video yang diperoleh Ia juga mengaku sangat menyesal kepada masyarakat lantaran videonya tersebar di media sosial hingga viral.
Ia terutama memohon maaf kepada instansi yang dirugikan atas tersebarnya video asusila tersebut.
“Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak yang dirugikan atas kasus saya. Saya tidak akan melibatkan instansi manapun, untuk kebaikan bersama. Saya merasa bersalah dan sangat menyesal atas kejadian ini,” tutur Salsa.
Dalam klarifikasinya ini dirinya mengaku menjadi seorang korban penipuan dari bujuk rayu seorang pria yang baru ia kenal melalui media sosial.
Ia kemudian membuat video pribadi yang hanya dikirimkan kepada orang tersebut.
Namun sayangnya, video pribadi tersebut disebarkan oleh orang yang baru ia kenal. Bahkan, video itu diperjual belikan di media sosial.
“Saya tertipu oleh seseorang di media sosial dan chat pribadi saya di sebarluaskan dan diperjualbelikan. Saya tidak bisa mengontrol hal itu,” papar Salsa
Imbas dari kejadian tersebut, perempuan yang mengaku masih kuliah di salah satu kampus tersebut, telah mengundurkan diri dari SD tempat ia mengajar.
“Dengan sadar dan tanpa paksaan dari pihak manapun saya mengundurkan diri sebagai guru bantu dan bukan bagian dari instansi manapun sejak 7 Februari 2025,” tegasnya.
“Sebelum ini saya adalah mahasisiwi pertengahan yang mencoba mencari pengalaman dan pengembangan pengetahuan saya dengan mengajar,” ujarnya.
Perempuan ini juga mengaku, video tersebut ia rekam tanpa sepengetahuan keluarga atau orang terdekatnya.
“Kelalaian dan kekhilafan ini murni kesalahan saya. Yang jelas tidak ada orang sekitar saya yang akan membiarkan ini bisa terjadi. Ini murni kebodohan saya,” paparnya.
Salsa berharap, peristiwa ini bisa menjadi pembelajaran bagi banyak orang, untuk lebih berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan di media sosial.
“Ini pelajaran berharga bagi saya dan semoga bisa menjadi pembelajaran bagi teman-teman untuk lebih waspada. Cukup kejadian ini berhenti kepada saya. Dan saya sangat jauh dari cerminan seorang guru,” tuturnya.
Sambil menahan tangis, Salsa juga memohon masyarakat untuk tidak menyerang keluarga, orang-orang terdekat maupun instansi tempat ia bernaung atau pernah bernaung.
“Saya mohon jangan menyerang keluarga saya, teman-teman saya, dan instansi yang ada kaitannya dengan saya sebelumnya,” tegasnya.
“Saya juga menegaskan, akun tiktok dan IG saya hanya satu, ini saja. Yang lain adalah akun palsu yang memanfaatkan kejadian ini,Saya hanya ingin kehidupan saya bisa terus berlanjut dan menjalani keseharian saya dengan normal kembali. Terima kasih kepada keluarga dan teman-teman saya yang masih menguatkan saya,” tutupnya.(dka)
Editor : Baskoro Septiadi