Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Pria Mabuk Todong Imam Masjid dengan Parang, Polisi Bertindak Cepat

Tasropi • Kamis, 6 Maret 2025 | 20:20 WIB
Seorang pria mabuk dan mengamuk di masjid kawasan Damanhuri, Samarinda.
Seorang pria mabuk dan mengamuk di masjid kawasan Damanhuri, Samarinda.

RADARSEMARANG.ID, Sebuah insiden menggemparkan terjadi di salah satu masjid di kawasan Damanhuri, Samarinda, Senin 3 Maret 2025.

Seorang pria berinisial SF, dalam kondisi diduga mabuk, mengamuk saat ibadah salat tarawih berlangsung.

Tak hanya membuat kegaduhan, SF juga membawa senjata tajam berupa parang dan pisau, bahkan sempat menodongkan senjata tersebut kepada imam masjid.

Beruntung, jemaah yang sedang beribadah dengan sigap menangkap pelaku dan merebut senjatanya, mencegah jatuhnya korban jiwa.

Polisi dari Kantor Polsek Sungai Pinang segera bertindak setelah menerima laporan warga.

SF kini ditahan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, dengan barang bukti senjata tajam yang disita.

Berdasarkan rekaman CCTV dan hasil penyelidikan, SF terbukti melanggar Pasal 2 Ayat 1 UU Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata tajam tanpa izin.

 “Kami akan terus menegakkan hukum demi menjaga keamanan masyarakat, terutama di tempat ibadah,” ujar Aksarudin, perwakilan kepolisian, dalam keterangannya.

Kasus ini menjadi bagian dari Operasi Pekat Mahakam 2025 yang digencarkan kepolisian untuk menekan tindak kriminalitas di ruang publik.

 Video kejadian yang viral di media sosial juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tetap waspada dan melaporkan setiap kejadian mencurigakan di lingkungan sekitar.

Jamaah Kompak

Di tengah peristiwa tersebut, muncul kisah kepahlawanan tak terduga.

Para jemaah dengan cepat bersatu, menangkap pelaku, dan berhasil merebut senjata tajam yang dibawanya.

 “Sehingga tidak menimbulkan korban jiwa,” ungkap Aksarudin dari kepolisian setempat.

Aksi solidaritas ini menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan dan keberanian masih hidup di antara umat, bahkan di saat-saat genting.

Video kejadian yang kemudian viral di media sosial memancing beragam reaksi, dari kritik terhadap penggunaan toa hingga kekaguman atas keberanian jemaah.

Insiden ini meninggalkan pelajaran berharga: di balik ketegangan, ada kekuatan komunitas yang mampu menjaga kedamaian, sebelum polisi akhirnya mengambil alih untuk memproses hukum pelaku. (tas)

Editor : Tasropi
#rekaman cctv #salat tarawih #Polsek Sungai Pinang