Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Diduga Ada Intimidasi Hingga Pembungkaman, Penarikan Lagu Bayar Bayar Oleh Band Sukatani Disorot Kapolri

Aris Hariyanto • Selasa, 25 Februari 2025 | 13:04 WIB
Penarikan lagu Bayar Bayar Bayar dari klarifikasi permintaan maaf band Sukatani diduga terdapat tekanan intimidasi.
Penarikan lagu Bayar Bayar Bayar dari klarifikasi permintaan maaf band Sukatani diduga terdapat tekanan intimidasi.

RADARSEMARANG.ID - Lagu Bayar Bayar Bayar karya Band Sukatani asal Purbalingga mendadak jadi sorotan publik di media sosial.

Lirik lagu Bayar Bayar Bayar dari Band Sukatani yang dinilai tajam diduga telah mengkritisi oknum kepolisian.

Kejadian ini tampak memicu respons keras hingga band Sukatani menarik karya mereka dari platform streaming dan sejumlah media mainstream.

Band Sukatani yang berpenampilan anonim akhirnya muncul ke publik memberikan klarifikasi permintaan maaf terkait lagu Bayar Bayar Bayar.

Klarifikasi permintaan maaf Band Sukatani ini diunggah melalui sebuah video di laman Instagram @sukatani.band pada 20 Februari 2025.

Dalam video klarifikasi tersebut, kedua personel Sukatani menegaskan lagu Bayar Bayar Bayar tidak bermaksud menyerang institusi Polri.

Muhammad Syifa Al Ufti dan Novi Chitra Indriyaki, juga mengaku klarifikasi yang mereka unggah dilakukan tanpa paksaan.

Namun, klarifikiasi yang disampaikan tampak memantik sejumlah pihak yang menduga adanya tekanan intimidasi dari pihak kepolisian.

Pasalnya, di video klarifikasi tersebut mereka memaparkan "Karena apabila ada risiko di kemudian hari, sudah bukan tanggung jawab kami dari Sukatani”.

Hal tersebut membuat penarikan lagu Bayar Bayar Bayar dari Spotify dan platform lain masih tampak menimbulkan tanda tanya besar di sejumlah kalangan.

Di media sosial, beberapa pengguna menilai penarikan lagu viral tersebut dapat berujung pada pembungkaman karya musik hingga disorot Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Menurutnya, Polri tidak mempermasalahkan kontroversi lagu Bayar Bayar Bayar tersebut, dan mengakui terdapat miskomunikasi yang menyebabkan permintaan maaf dari band Sukatani.

Namun, koordinator Koalisi Reformasi Polisi, Aulia Rizal, menilai ada aroma pembungkaman, terutama setelah band Sukatani diperiksa polisi pada 24 Februari 2025.

Padahal, Kapolri menegaskan Polri terbuka pada kritik dan akan menjadi sahabat bagi mereka yang berani mengkritik pedas terhadap institusinya.

“Siapa yang berani mengkritik paling pedas untuk polisi, itu jadi sahabatnya Kapolri,” ucap Jenderal Listyo Sigit Prabowo melalui utas video yang beredar di media sosial X.

Selanjutnya, pemeriksaan internal pun dilakukan oleh Propam Polri untuk menyelami dugaan intimidasi oleh anggota Ditressiber Polda Jateng.

Lebih lanjut, Kapolri bahkan mengajak band Sukatani untuk menjadi duta Polri dan juri dalam memberikan kritik yang membangun terhadap institusi Polri.

Meski demikian, pihak Sukatani diketahui belum menyatakan sikap atas tawaran Kapolri imbas penarikan lagu Bayar Bayar Bayar yang meninggalkan jejak kontroversi.

Editor : Baskoro Septiadi
#platform streaming #Polda Jateng #pembungkaman #media mainstream #intimidasi #Lirik lagu Bayar Bayar Bayar #Sukatani #Band Sukatani #POLISI #jenderal listyo sigit prabowo #Kapolri #kontroversi lagu bayar bayar bayar #permintaan maaf Band Sukatani #Purbalingga #pembungkaman karya musik #Bayar Bayar Bayar