RADARSEMARANG.ID – Nasib apes dialami oleh Perempuan asal Boyolali ini. Dirinya dinyatakan tidak lolos Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Jawa Tengah 2024.
Perempuan ini bernama Tri Cahyaningsih. Kegagalannya gegara hal sepele yakni hanya memiliki tinggi sekitar 157,5 cm. padahal dirinya sempat meraih nilai SKD tertinggi.
Hanya kurang dari 0,5 cm, Tri Cahyaningsih harus menerima kegagalan CPNS 2024 dengan lapang dada.
“Tinggiku biasanya diukur 159 cm makanya aku berani mendaftar. Sampai sana diukur hanya 157,5 cm. Waktu itu enggak ada masa sanggah di kesehatan, kalau udah enggak lolos ya ya udah,” terang dia.
Sebagaimana diketahui, persyaratan CPNS Kemenkumham 2024, tinggi badan menjadi salah satu syarat wajib bagi pelamar yang mendaftar untuk formasi tertentu, yaitu Penjaga Tahanan dan Pemeriksa Keimigrasian Pemula.
Tinggi badan minimal yang diperlukan untuk jabatan ini adalah pria tinggi badan minimal 163 cm, sedangkan wanita tinggi badan minimal 158 cm.
Tentu dengan persyaratan tersebut, Tri Cahyaningsih merasa terpanggil dan akhirnya mendaftarkan diri namun gagal.
Bahkan, Tri Cahyaningsih sempat akan mencoba lagi untuk mendaftar CPNS pada 2025 kalau ada formasi yang sesuai dibuka. A
“Eman-eman nilainya kalau enggak daftar lagi. Soalnya nilai SKD-nya tinggi, kan masih ada kesempatan untuk daftar pakai nilai tersebut satu kali,” kata dia.
Ia berharap pada percobaan selanjutnya dapat beruntung sehingga bisa benar-benar diterima CPNS.
Kehidupan Tri Cahyaningsih
Tri Cahyaningsih merupakan seorang ibu yang memiliki dua anak. Dirinya ingin merubah kehidupannya dengan mendaftar di CPNS 2024.
Kesehariannya, Tri Cahyaningsih hanyalah buruh pabrik biasa. Dirinya pun juga sulit mengerjakan tes wawasan kebangsaan.
Ketika bekerja di pabrik pun dirinya bekerja dalam tiga shif yang berbeda. Shif pagi dari pukul 06.00 WIB – 14.00 WIB untuk shif siang, pukul 14.00 WIB – 22.00 WIB sedangkan di shif malam pukul 22.00 WIB – 06.00 WIB.
Namun, dengan kegigihannya Tri Cahyaningsih mendapatkan nilai tertinggi di SKD Kemenkumham se-Jateng pada CPNS 2024.
“Saya belajarnya hanya beli satu buku, mengerjakan soal-soal di internet, YouTube, try out gratis, sama ada try out membayar Rp30.000 itu untuk tiga kali,” katanya.
Tri Cahyaningsih yang masih berusia 31 tahun ini mengungkapkan dirinya setiap hari belajar mengenai materi CPNS 2024 di waktu-waktu yang senggang.
Dirinya bercerita jika nekat mendaftar di CPNS 2024. Berawal ketika itu ia sedang bekerja di pabrik disela-sela jam istirahat dia membuka youtube dan belajar mengenai CPNS.
Lalu, saat berada di rumah, ia bekerja sambil menjaga sang anak kedua yang masih usia 4,5 tahun. Tak jarang, anaknya juga merebut handphone yang telah ia gunakan untuk belajar.
“Kalau capek ya capek banget soalnya belajar sambil bekerja, mengurus rumah, anak, suami. Tapi untung anak-anak dan suami bisa saling support,” kata dia.
Dirinya memilih mendaftar di CPNS Kemenkumhan 2024 sebagai penjaga tahanan. Tri Cahyaningsih hanyalah lulusan SMAN 3 Boyolali dan tidak memiliki prestasi apapun.(dka)
Editor : Baskoro Septiadi