Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Kronologi Dua Kuda Pacu Saling Bertabrakan di Ajang Derby Jateng 2025, Kuda Milord Tewas di Lintasan Tegalwaton

Deka Yusuf Afandi • Senin, 17 Februari 2025 | 20:37 WIB

 

Kuda Milord Tewas di Lintasan
Kuda Milord Tewas di Lintasan

RADARSEMARANG.ID – Peristiwa mengenaskan terjadi dalam pacuan kuda di laga The Race of Rising Stars Jateng Derby 2025 yang diselenggarakan di Desa Tegalwaton, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah pada Minggu (16/2/2025).

Dua kuda terlibat bertabrakan yang mengakibatkan satu dari dua kuda tersebut meninggal karena benturan keras itu.

Dua kuda tersebut ialah Milord, kuda kebanggaan Sulawesi Utara yang ditunggangi oleh Jones Paendong asal Minahasa.

Sementara kuda yang lepas ini ditunggangi oleh Yanni Rondonuwu yang jatuh ketika di tikungan pertama di lintasan itu.

Usai terjatuh kuda Salvator Minang ini lari berlawanan arah tanpa joki. Imbasnya langsung menyambar Milord yang ketika itu sedang bertarung mencapai finish.

Akibat tabrakan tersebut, kuda Milord harus meregang nyawa, dan Sulawesi Utara kehilangan kuda pacu kebanggaan.

Sementara sang joki Jones Paendong harus mendapatkan perawatan intensif dari tim medis.

Bukan hanya Jones Paendong, satu joki lainnya yakni Yanni Rondonuwu juga harus mendapatkan perawatan setelah sebelumnya terjatuh dari kuda yang ditungganginya di perlombaan tersebut.

Akibat insiden tersebut, para netizen pun terutama dari Sulawesi Utara meminta panitia kegiatan lomba untuk bertanggung jawab.

Hal ini dinilai ada kelalaian dari panitia, yang membiarkan kuda pacu lainnya yang tak ditunggangi joki berada di arena lintasan disaat perlombaan sedang berlangsung.

Dalam pagelaran lomba ini ada 18 race yang masuk perlombaan meliputi jarak 1.000 meter, yang mempertandingkan Kelas G, Kelas F, Kelas 2 Tahun Perdana A/B, Kelas 2 Tahun Pemula C/D, Kelas D Sprint serta Kelas 2 Tahun Pemula A/B, Kelas C Sprint jarak 1.100 meter, Kelas E jarak 1.200 meter, dan Kelas Terbuka Sprint jarak 1.300 meter.

Berikutnya, jarak 1.400 meter yang mempertandingkan Kelas 3 Tahun Remaja Divisi II, Kelas 3 Tahun Remaja Divisi I, dan Kelas D Panjang. Untuk jarak 800 meter, pertandingannya Kelas 2 Tahun Perdana C/D Divisi I dan Kelas 2 Tahun Perdana C/D Divisi II.

Untuk Jarak 2.000 meter dipertandingkan Kelas Terbuka Panjang dan jarak 1.600 meter yang mempertandingkan Kelas 3 Tahun Derby Divisi II, Kelas C, dan Kelas 3 Tahun Derby Divisi I.

Di sisilain salah satu penonton Delima Putri (29) mengatakan bahwa kecintaannya terhadap dunia pacuan kuda membuat dirinya datang jauh-jauh dari Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat ke gelanggang pacuan kuda di Tegalwaton.

“Seru aja, meskipun panas tetap dibikin seru. Kebetulan kuda-kuda yang saya jagokan di hampir semua kelas menang terus,” ungkap Delima.

Delima menambahkan, dirinya selalu mengikuti perlombaan pacuan kuda di mana pun digelar. Selain di Tegalwaton, dia juga pernah menyaksikan keseruan balap kuda tersebut di Pangandaran serta Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. (dka/bas)

 

Editor : Baskoro Septiadi
#pacuan kuda tegalwaton #Desa Tegalwaton Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang #The Race of Rising Stars Jateng Derby 2025 #Dua kuda tersebut ialah Milord dan Salvator Minang #Kuda Milord tewas ditabrak #Kuda Milord Tewas di Lintasan #Dua kuda terlibat bertabrakan