RADARSEMARANG.ID - Bayangkan anda memiliki produk dan produk itu membuat seorang pemilik modal besar tertarik membeli dan rela membayar dengan harga fantastis, Rp 1500 triliun. tolak atau terima?
Bagi semua orang, angka Rp 1500 triliun, jelas angka yang sangat luar biasa besar, itu hampir setara dengan separo Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) negara kita. Pasti banyak yang ngiler berat dan pasti tanpa babibu, langsung diterima.
Tapi bagi CEO dan co-founder OpenAI,Sam Altman, angka yang super fantastis itu bukanlah menyilaukan dirinya. Buktinya Sam Altman menolak mentah-mentah saat Konsorsium investor yang dipimpin oleh Elon Musk mengajukan penawaran sebesar USD 97,4 miliar atau sekitar Rp 1.592 triliun untuk membeli OpenAI, perusahaan di balik ChatGPT.
Bahkan CEO dan co-founder OpenAI itu malah menawar membeli Twitter (X) dengan nilai yang tak kalah fantastis.
"Tidak terima kasih, tapi kami akan membeli Twitter senilai $9,74 miliar jika Anda mau," kata Altman dalam postingannya di X.
Tawaran USD 97 miliar yang diajukan Musk jauh lebih rendah dibandingkan valuasi OpenAI sebesar USD 157 miliar setelah putaran pendanaan terakhirnya pada Oktober 2024. Upaya Musk mengambil alih OpenAI didukung oleh xAI, serta beberapa pemodal seperti Baron Capital Group dan Valor Management.
Musk dan Altman mendirikan OpenAI pada tahun 2015 sebagai perusahaan nirlaba. Namun hubungan Musk dengan Altman mulai memburuk setelah bos Tesla dan SpaceX itu meninggalkan direksi OpenAI pada tahun 2018.
Namun OpenAI berargumen bahwa perubahan status perusahaan menjadi for-profit justru diperlukan untuk mengamankan dana yang dibutuhkan untuk mengembangkan model kecerdasan buatan terbaik. (sls/bas)
Editor : Baskoro Septiadi