Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Momen Lucu Rocky Gerung Bertemu 'Versi KW', Bahas Panggil Pacar dengan Nama atau Sayang?

Tasropi • Senin, 10 Februari 2025 | 22:05 WIB

Rocky Gerung bertemu
Rocky Gerung bertemu

RADARSEMARANG.ID, Rocky Gerung, seorang pengamat politik yang dikenal dengan kritik tajam dan pemikirannya yang filosofis, baru-baru ini menghadirkan momen menggelitik saat menjadi bintang tamu di sebuah acara televisi.

Momen tersebut terjadi saat ia ditanya oleh sang presenter mengenai kebiasaan dalam berpacaran.

Dalam sesi wawancara yang berlangsung santai, presenter menanyakan, "Kalau pacaran lebih baik panggil nama atau panggil 'Sayang'?"

Pertanyaan ini sontak mengundang gelak tawa dari penonton di studio.

Rocky, dengan gaya khasnya, menjawab, "Saya sering lupa, karena langsung terlibat dengan aktivitas."

Tak mau kalah, sang presenter segera menimpali dengan nada bercanda, "Aktivitas pacaran maksudnya, ya?"

Dengan santai dan tetap menjaga nuansa intelektual dalam jawabannya, Rocky menanggapi, "Ya, substansinya begitu. 'What is in a name,' kata Shakespeare. Apa pentingnya nama itu? Mau 'Sayang' kek, mau 'Bajingan' kek, yang penting aktivitas romansanya yang lebih bermakna."

Jawaban tersebut kembali menciptakan gelombang tawa dari para hadirin.

Rocky, yang sering membahas politik dan filsafat, menunjukkan sisi lain dirinya yang lebih santai dan humoris dalam kesempatan tersebut.

Sementara itu, Rizki Firman memberikan tanggapan dengan mengutip Heidegger.

"Bahwa sebenarnya nama itu sesuatu yang sakral," ujar Rizki.

"Nama itu menunjukkan identitas bagi manusia saat pertama kali lahir, jadi lebih spesial.

Nama adalah simbol eksistensi dan keunikan individu, sementara panggilan seperti 'Sayang' bersifat generik dan bisa digunakan untuk siapa saja," jelasnya.

Presenter yang mendengar perbedaan pendapat ini lantas berkomentar, "Wah, jawaban Bung Rizki ini lebih filosofis ya! Bung Rocky sampai lupa karakternya sendiri, nih!" candanya.

Momen ini pun menjadi viral di media sosial, dengan banyak warganet yang mengapresiasi sisi humor Rocky.

Bahkan, beberapa netizen menyebut bahwa Rocky Gerung memiliki 'versi KW' yang lebih santai dan humoris dibandingkan dengan citranya sebagai seorang intelektual serius.

Terlepas dari perdebatan politik yang kerap melibatkannya, momen ini membuktikan bahwa Rocky Gerung juga bisa mencairkan suasana dengan candaan yang tetap mengandung unsur filosofis.

Hal ini semakin menguatkan kesan bahwa ia adalah sosok yang tak hanya tajam dalam berpikir, tetapi juga memiliki selera humor yang khas. (tas)

Editor : Tasropi
#selera humor #rocky gerung #kritik tajam