Berita Semarang Raya Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto Jateng

Perbaikan Jalur KA Karangjati-Gubug Dikebut Siang Malam

Adityo Dwi Riyantoto • Senin, 3 Februari 2025 | 12:21 WIB
Ratusan petugas memperbaiki jalur KA Stasiun Karangjati-Gubug yang rusak karena luapan air.
Ratusan petugas memperbaiki jalur KA Stasiun Karangjati-Gubug yang rusak karena luapan air.

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Upaya penanganan jalur kereta api akibat meluapnya Sungai Tuntang pada Km 32+5/7 antara Stasiun Karangjati - Stasiun Gubug, hingga kini belum selesai. 

PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus melakukan upaya percepatan penanganan normalisasi jalur kereta api yang rusak sejak Selasa, 21 Januari 2025.

Meski demikian, hingga Minggu, 2 Februari 2025 atau 12 hari paska terjadinya luapan air, KAI Daop 4 Semarang bekerjasama dengan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Pemali Juana Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Semarang Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan tengah melakukan progres yang sangat signifikan.

“KAI telah bergerak cepat melakukan normalisasi jalur dengan mengerahkan tim tanggap darurat yang terdiri dari ratusan petugas prasarana KAI serta bantuan tenaga eksternal. Kami juga mengoperasikan alat berat seperti ekskavator, crane, dan backhoe, serta menyiapkan material pendukung guna mempercepat pemulihan jalur. Hingga saat ini, progres perbaikan telah menunjukkan perkembangan yang sangat positif,” ujar Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo.

Langkah awal, KAI yang bekerjasama dengan BBWS Pemali Juana telah membangun tanggul darurat 

mengelilingi jalur KA pada sisi utara dengan ketinggian mencapai 5 meter. 

"Tanggul ini berfungsi untuk menahan luapan air jika terjadi banjir susulan nantinya,” terangnya.

Selain itu, secara bersamaan KAI juga membangun temporary bridge atau jembatan sementara pada lokasi jalur rel yang terdampak. 

KAI juga telah membuat plester atau turap menggunakan lempengan besi sebagai pelindung pada sekitar tanggul, serta pembuatan pondasi pada jalur yang terdampak.

“Selain itu, KAI juga saat ini sedang menyelesaikan pembangunan perancah menggunakan besi yang digunakan untuk menyangga jalur rel nantinya. Pemasangan H Beam dan Long Beam juga sudah proses dilakukan untuk memperkuat tubuh baan jalur rel pada jembatan sementara,” tambah Franoto.

Hingga Rabu, 5 Februari 2025, sejumlah perjalanan KA masih mengalami pengalihan rute dan pembatalan sebagai langkah mitigasi demi keselamatan dan kelancaran operasional perjalanan kereta api. (dit/bas)

 

 

 

 

Editor : Baskoro Septiadi
#KAI #KERETA API