Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Mengenal Ritual Dolop Suku Dayak Agabag

Sulistiono • Selasa, 28 Januari 2025 | 18:12 WIB

 

RADARSEMARANG.ID - Indonesia adalah negara besar, yang memiliki ratusan bahkan ribuan suku yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Mulai dari suku Batak, suku NIas, Jawa hingga suku Madura.

Salah satu suku yang sangat di kenal di tanah air adalah suku Dayak di Kalimantan. Suku Dayak di kenal dengan asyarakat Dayak memang sangat kental sekali dengan aura mistisnya.

Setiap ritual yang di gelar, bahkan aspek kehidupan lainnya selalu diselipi dengan kekuatan-kekuatan mistis.

Salah satu ritual mistis dan viral di media sosial adalah ritual “Dolop” yang di gelar suku dayak Agabag di Desa Semunad, Kecamatan Tulin Onsoi, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

 Baca Juga: Pelaku Mutilasi Ngawi Ternyata Gegara Sakit Hati dan Cemburu, Awal Mula Kejadian di Dalam Kamar Hotel di Kediri

Ritual Dolop adalah peradilan adat yang biasa di adakan warga suku Dayak Agabag, untuk  mengetahui pelaku asli dari kasus penganiayaan yang berujung penghilangan nyawa seseorang.

Dalam video viral di media sosial terlihat  dua orang laki-laki bersiap untuk 'menyelam' sebagai prosesi ritual Dolop.

Sebelum melakukan ritual, mereka membaca sumpah terlebih dahulu agar prosesi berjalan lancar.

Seseorang yang muncul lebih dulu ke permukaan sungai, maka di nyatakan sebagai orang yang bersalah, tapi ritual  dolop bukan sekadar lomba kemampuan menahan nafas di dalam air.

Karena masyarakat setempat percaya bahwa roh leluhur akan membantu masyarakat untuk menemukan pihak yang salah dan yang benar.

Seseorang yang bersalah akan muncul ke permukaan seperti kapas yang mengambang, bukan karena membutuhkan oksigen setelah terlalu lama berada di dalam air.

Ritual ini telah menjadi salah satu tradisi yang biasa dilakukan oleh adat Dayak Agabag. Peradilan adat ini dilakukan sebagai pilihan terakhir, setelah semua proses mediasi tak menghasilkan solusi.

Ritual Dolop  yang menjadi tradisi turun temurun adalah jalan terakhir dalam menyelesaikan sengketa. Ritual Dolop dilaksanakan atas persetujuan pihak yang bersengketa maupun pengurus adat.

Pelaku yang terkuak dalam tradisi dolop oleh pengurus adat di wajibkan membayar i denda berupa harta benda maupun hewan, seperti lubi abai (tempayan lama), kerbau, sapi, babi, motor, tanah, rumah, dan lainnya.

Semua besaran dan nilai denda yang harus di bayar harus sudah melalui  kesepakatan kedua belah pihak yang terlibat sengketa.

Setelah kesepakatan denda tercapai, biasanya pengurus ada akan menyiapkan ubo rampe untuk prosesi ritual.

Ubo rampe yang di siapkan pengurus adat berupa beras kuning, beras putih, beras hitam, bulu ayam, kain kuning, kayu lambuku, telur, dan batang pisang. Sebelum ritual di mulai, dibuat janji perdamaian antara kedua belah pihak yang besengketa.

Nah berikut adalah tahapan ritual Dolop, yang pertama pembukaan dan pengarahan oleh pengurus adat.

Kemudian pengurus adat memimpin ritual untuk memanggil amangun, penunggu gunung, sungai, langit, dan darat.

Selanjutnya,pengurus adat memberi  aba-aba dua orang yang terlibat sengket untuk untuk menyelam ke dalam sungai.

Nah, barang siapa yang muncul lebih dahulu ke permukaan sungai, maka dialah pelaku atau pihak yang bersalah.

Selanjutnya pihak yang di nyatakan bersalah wajib membayar denda yang sudah di sepekati. (sls/bas)

 

Editor : Baskoro Septiadi
#Dolop