RADARSEMARANG.ID, PERKEMBANGAN terbaru situasi konflik Israel dan Palestina, seorang komandan Hamas yang sebelumnya diklaim tewas oleh Israel ternyata masih hidup.
Hussein Fayyad, yang memimpin Batalion Beit Hanoun milik Brigade Qassam Hamas, muncul dalam sebuah video terbaru dan menyatakan bahwa Gaza tetap kokoh dalam perlawanan.
Ia mengatakan, "Syukurlah, tentara Israel hanya mendapatkan batu, potongan tubuh, dan darah. Gaza tetap berdiri tegak dengan kepala tinggi."
Pengakuan Intelijen yang Keliru
Militer Israel (IDF) telah mengakui bahwa klaim mereka tentang kematian Fayyad pada Mei lalu berdasarkan informasi intelijen yang keliru.
Pernyataan ini dikutip dari media Israel, yang melaporkan bahwa IDF dan Shin Bet sebelumnya yakin Fayyad telah dilenyapkan selama operasi bawah tanah di terowongan Jabaliya.
Namun, setelah penyelidikan lebih lanjut, IDF menemukan bahwa intelijen yang menjadi dasar klaim tersebut tidak cukup akurat.
Dalam pernyataannya, mereka menjelaskan bahwa keputusan awal dibuat berdasarkan "tingkat probabilitas yang tinggi."
Klaim Israel yang Dipertanyakan
Pada saat itu, IDF menyatakan bahwa Fayyad bertanggung jawab atas serangan rudal anti-tank dan mortir ke wilayah Israel di dekat perbatasan Jalur Gaza utara.
Operasi tersebut disebut melibatkan pasukan khusus dari IAF dan unit elit Yahalom.
Namun, kemunculan Fayyad dalam video terbaru telah menimbulkan keraguan terhadap kredibilitas klaim militer Israel di medan perang.
Kasus ini juga menambah daftar kesalahan klaim Israel terkait eliminasi tokoh-tokoh penting Hamas, seperti yang pernah terjadi sebelumnya.
Ketangguhan Batalion Beit Hanoun
Menurut laporan media Israel, Batalion Beit Hanoun yang dipimpin Fayyad awalnya dianggap sebagai salah satu unit Hamas yang lemah.
Namun, kenyataan di medan perang menunjukkan sebaliknya.
Batalion ini beradaptasi dengan strategi perang gerilya, yang pada Januari 2025 menyebabkan beberapa tentara Israel tewas dan terluka dalam pertempuran sengit.
Kemunculan kembali Fayyad menjadi bukti kekuatan Hamas di Gaza dan semakin mempertegas tantangan yang dihadapi Israel dalam mengatasi konflik berkepanjangan ini.
Editor : Tasropi