Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Sosok Satryo Soemantri Brodjonegoro, Menteri yang Diduga Suka Main Tangan dan Pecat Seenaknya

Deka Yusuf Afandi • Senin, 20 Januari 2025 | 22:43 WIB
Pegawai ASN Kemdiktisaintek yang melakukan aksi demo.
Pegawai ASN Kemdiktisaintek yang melakukan aksi demo.


RADARSEMARANG.ID – Nama Satryo Soemantri Brodjone mendadak ramai menjadi perbincangan hangat usai dirinya didemo oleh ratusan ASN Ditjen Dikti Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Satryo Soemantri Brodjone didemo akibat memecat ASN yakni Neni Herlina secara mendadak dan secara verbal.

Para demonstrans ini juga menggunakan pakaian berwarna hitam dan membanangkan spanduk protes. Dalam isi spanduk tersebut bertuliskan “Institusi Negara Bukan Perusahaan Pribadi Satryo dan Istri”.

Tak hanya itu di media sosial di salah satunya unggahan Kepala Bidang Advokasi Guru P2G, Iman Zanatul Haeri di akun @zanatul_91.

"Pak Presiden, selamatkan kami dari menteri pemarah, suka main main tampar, dan main pecat," tulis salah satu spanduk yang terpajang di depan kantor Kemendikti Saintek.

Massa menduga adanya arogansi Satryo dan keluarganya yang dianggap mencampuri urusan kementerian.

Pranata Humas Ahli Muda & Pj Rumah Tangga Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Neni Herlina mengungkapkan pemecatannya dari kementerian.

Dia mengaku dipecat dan diusir Mendiktisaintek Satryo Soemantri Brodjonegoro. Menurut Neni, pemecatan itu berawal dari pergantian meja kerja menteri. Satryo disebut tidak terima dengan meja kerja yang disediakan.

Neni mengatakan sebetulnya meja yang disediakan hanya sementara. Permasalahan yang ditumpahkan padanya pun tak substantif dengan kerja-kerja kementerian.

"Sebenarnya itu kan gini, ruangan beliau itu kan sedang kita buat di lantai 10. Itu ruang sementara, sementara itu bekas ruang Dirjen. Nah, itu peralatannya itu bekas Dirjen dulu. Sebenarnya enggak substansi masalah pendidikan tinggi," kata Neni di Kantor Kemendiktisaintek.

Baca Juga: Libur Telah Tiba! Bentar Lagi Long Weekend di Januari 2025, Catat Tanggalnya

Ketua Paguyuban Pegawai Kemendikti Saintek Suwitno mengatakan, masalah yang ada di Kemendikti Saintek tidak baru saja terjadi, tetapi sudah dimulai sejak adanya pergantian pejabat baru setelah Prof. Satryo diangkat sebagai Mendikti Saintek oleh Presiden Prabowo Subianto.

Pergantian jabatan itu, kata Suwitno, dilakukan dengan cara yang tidak elegan ataupun adil.

"Tapi dengan cara-cara yang tidak elegan, cara-cara tidak fair, cara-cara juga tidak sesuai prosedur, Nah, ini juga memang terjadi sebenarnya di pimpinan di Ditjen yang lama dan juga ada salah seorang direktur di lingkungan di Ditjen Dikti itu tidak diperlakukan secara adil," katanya.

Lalu siapakah Satryo Soemantri Brodjonegoro?

Baca Juga: Link Streaming Drakor Love Scout, Cek Disini !

Dirinya kini menjabat sebagai Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi di Kabinet Merah Putih pemerintahan Prabowo-Gibran.

Sebelum ditunjuk menjadi menteri, Satryo dikenal sebagai ilmuwan dan pernah menjadi Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia.

Namanya sendiri sudah tak asing di dunia riset dan kependidikan.

Satryo lahir di Delft, Belanda pada 5 Januari 1956.

Pada latar belakangnya, dia diketahui sebagai anak dari Soemantri Brodjonegoro yang pernah menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia tahun 1973.

Satryo meraih gelar Ph.D di bidang teknik mesin dari University of California, Berkeley, USA tahun 1985.

Sebagai ilmuwan, laman AIPI menyebutnya memiliki tulisan ilmiah mencapai lebih dari 99 publikasi.

Pada sepak terjangnya, Satryo bukan nama baru di dunia pendidikan tinggi. Sekitar 1992, dia pernah dipilih menjadi Ketua Jurusan Teknik Mesin ITB.

Kemudian, Satryo juga berpengalaman menjadi Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi selama periode 1999-2007.

Di bawah kepemimpinannya, terjadi pembaharuan pendidikan tinggi Indonesia menuju arah yang lebih baik.

Berkat kontribusinya di dunia pendidikan dan teknologi, Satryo juga beberapa kali mendapat penghargaan.

Di antaranya dianugerahi Bintang Jasa The Order of the Rising Sun, Gold Rays with Neck Ribbon dari Jepang.

Penghargaan itu diberikan pemerintah Jepang karena jasanya atas peningkatan kerja sama di bidang pendidikan antara kedua negara baik di sisi pemerintah maupun akademik.

Pada Oktober 2024 lalu, Satryo menjadi salah satu nama yang ditunjuk Presiden Prabowo Subianto untuk menjadi Menteri Kemdiktisaintek. (dka/bas)

 

Editor : Baskoro Septiadi
#menteri satryo di demo #Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi #menteri #menteri dikti satryo #Kemdiktisaintek #iman zanatul haeri #aksi protes pegawai #prof satryo soemantri brodjonegoro #pemecatan tak etis #Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi #Satryo Soemantri Brodjonegoro #ratusan ASN Ditjen Dikti #menteri dikti #menteri kemdiktisaintek