RADARSEMARANG.ID - Direktorat Siber Polda Metero Jaya berhasil membongkar praktik seks menyimpang, yakni pesta swinger atau bertukar pasangan seks yang beroperasi di wilayah DKI Jakarta hingga Pulau Bali, yang selama ini di kenal dengan surga dunia.
Yang mengejutkan, dua pelaku utama praktik pesta swinger ini adalah pasangan suami istri berinisial IG (39) dan KS (39).
Keduanya membuat website yang berisi komunitas seks swinger, dengan jumlah member mencapai belasan ribu anggota.
Dari Website yang dikelola pasutri, polisi melacak situsnya bernama s****.com. Penyidik Dit Siber Polda Metero Jaya menemukan ada dua factor yang membuat pasutri ini nekad menyelenggarakan pesta swinger.
Motif yang pertama adalah motif seksual dan yang kedua adalah motiv ekonomi, karena dari situs yang mereka jalankan tersangka IG dan KS memperoleh pendapatan dari google adsense yang mereka share di situs yang mereka Kelola.
"Yang bersangkutan motif yang pertama adalah motif hasrat seksual. Karena, salah satu pasangannya, yang selalu berfantasi, tidak bisa untuk melakukan hubungan seksual layaknya seorang dewasa jika tidak ada orang lain," ungkap Direktur Reserse Siber Polda Metro Jaya Kombes Roberto Pasaribu, Minggu (12 /1).
Selain faktor kepuasan seksual, pasutri penyelenggara pesta swinger ini, menurut Roberto Pasaribu, juga memperoleh keuntungan finansial, namun dia enggan membeberkan keuntungan yang telah di peroleh kedua pelaku.
"Jadi dia hanya menggunakan, tidak menjual per konten. Setiap orang yang melakukan streaming itu mendapatkan dari Google Advertising, itu masih dalam perhitungan kita saat ini, karena menghitungnya dari tawaran," beber Roberto.
Mengenal apa itu swinger?
Swinger di istilahkan sebagai hubungan seksual tukar pasangan yang dilakukan secara berkelompok.
Praktik seks menyimpang ini bermula pada tahun 1970an, di saat iklim seksualitas khususnya di Amerika Serikat sedang liar-liarnya.
Pada saat itu, di Amerika Serikat sangat mudah melakukan pesta swinger. Bahkan saking mudahnya, mereka yang berniat pesta swinger, tinggal memasang iklan di koran atau majalah, orang-orang akan tertarik bergabung.
Biasanya aka nada dua pasangan yang mengatur pertemuan, sebelum pesta swinger di gelar.
Jika sudah fix jumlah pasangan dan tempatnya, mereka kemudian berkumpul di sebuat tempat untuk menggelar pesta swinger. Pesta bisa di di adakan di sebuah rumah, villa atau kamar hotel.
Dampak Bahaya Pesta Swinger
Para pelaku yang tertangkap menggelar pesta swinger, memiliki beberapa motiv yang berbeda, seperti kepuasan seksual, motiv ekonomi dan ada juga yang hanya sekadar iseng mencoba merasakan sensasi.
Namun, terkadang yang mereka lupakan adalah dampak dari pesta swinger. Dan inilah beberapa dampak bahaya yang di timbulkan.
Rawan Tertular HIV/AIDS
Dari tinjauan medis, perilaku bertukar pasangan sangat rawan tertular HIV/AIDS. Meski terlihatk sehat, tetapi bisa saja mereka berada di fase window period.
Fase ini artinya seseorang sudah mengalami infeksi, tetapi belum menimbulkan gejala dan belum terdeteksi oleh pemeriksaan laboratorium.
Rawan PMS
Dalam sebuah penelitian yang dilakukan para peneliti di Belanda, kelompok swinger dilaporkan berisiko tinggi terkena Penyakit Menular Seksual (PMS), seperti penyakit gonore dan klamidia.
Gonore adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri. Penyakit ini dapat ditularkan ke orang lain selama hubungan seks vaginal, anal, atau oral.
Rawan Cerai
Pasangan yang terlibat dalam pesta swinger, juga rawan bercerai. Beberapa penelitian yang menyebutkan seks tukar pasangan bisa menguatkan hubungan karena bisa mengatasi kejenuhan.
Namun, tak sedikit yang hubungannya menjadi renggang dan berakhir dengan perceraian karena seks swinger ini. (sls/bas)
Editor : Baskoro Septiadi