RADARSEMARANG.ID – Tiga anggota kepolisian dari Polsek Cinangka dimutasi oleh Polda Banten ke bagian Yanma Polda Banten.
Keduanya yakni Kapolsek Cinangka AKP Asep Iwan, Brigadir Deri Andriani dan Bripka Dedi Irwanto
Tentu, wajah kepolisian menjadi tercoreng usai kasus pembunuhan yang dialami oleh pemilik rental yang terjadi di rest area Km 45 Tol Tangerang-Merak.
Tiga anggota tersebut dimutasi dalam rangka pemeriksaan buntut dugaan pelanggaran kasus penembakan bos rental mobil.
Sebelum terjadi penembakan tersebut, Kapolda Banten Irjen Suyudi Ario Seto mengungkapkan awal mulanya pelapor bernama Agam Muhammad bersama Samsul dan ada total lima orang datang ke Polsek Cinangka, Polres Cilegon.
Korban saat itu diterima anggota piket Polsek Cinangka Brigadir Deri Andriani dan Bripka Dedi Purwanto.
"Terjadi komunikasi di sana bahwa Saudara Agam menyampaikan bahwa mobil rentalnya dibawa oleh penyewa ke arah Saketi, Pandeglang. Disampaikan juga bahwa GPS-nya tinggal 1 yang aktif, yang 2 sudah tidak aktif, jadi diduga sudah ada upaya melakukan penggelapan," ungkapnya.
Namun terjadi kesalahan komunikasi Brigadir Deri kepada kapolsek. Saat itu Brigadir Deri menyampaikan bahwa korban adalah pihak leasing.
"Sehingga kalau leasing harus ada surat dari leasing dan sebagainya, diminta dokumen. Dokumen ini pun sudah dilaporkan oleh Saudara Agam baik itu, BPKBP, STNK, dan kunci cadangan," katanya.
"Jadi seharusnya anggota kita itu melakukan pendampingan tetapi tidak dilakukan pendampingan, karena anggota kita merasa kekuatannya sedikit jadi tidak berimbang sehingga tidak melakukan pendampingan. Padahal anggota kita seharusnya bisa melakukan permintaan tambahan dukungan ke polres misalnya atau reserse di polsek itu sendiri, tapi itu tidak dilakukan," jelasnya.
Kasus ini pun akhirnya ramai diperbincangkan, bagaimana tidak kepolisian yang seharusnya mengayomi, melindungi dan melayani Masyarakat.
Kronologi Kejadian Penembakan Pemilik Rental
IAR (48) selaku pemilik rental Makmur Jaya di Rest Area KM45 Tol Tangerang-Merak pada Selasa (31/12) lalu. Korban tewas usai ditembak oleh oknum TNI AL.
Anak IAR yakni Rizky Agam memberikan kesaksian jika insiden yang terjadi ketika itu dirinya bersama sejumlah rekan sempat mengikuti rute perjalanan mobil jenis Honda Brio miliknya yang diduga dibawa kabar oleh pelaku penggelapan.
Lebih lanjut, Rizky mengungkapakn jika mobil tersebut yang semula akan bertolak ke tol Cilegon arah Merak, Banten tiba-tiba berganti arah ke Jakarta.
"Mobil tersebut jalan menuju Cilegon arah Merak. Itu kita pantau terus. Selama di Cilegon itu dia ternyata masuk tol arah Jakarta," ujar Rizky
Rizky mengaku meminta bantuan ke Asosiasi Rental Mobil Indonesia (ARMI) untuk ikut membantu blokade mobil tersebut.
Mereka kemudian menyiagakan mobil di tiga lokasi berbeda, yakni di gerbang tol Cikupa, Balaraja, dan Cikande.
"Lalu setelah dicek mobil tersebut mampir ke rest area di KM 45 di Indomaret. Jadi mobil saya gap lagi kedua kalinya. Ternyata mobil tersebut sudah kosong enggak ada orang," tutur Rizky.
Ketika menemukan mobilnya, Rizky melihat ada beberapa orang di dalam mobil lain yang terparkir di dekat mobil brio tersebut.
Saat hendak membawa pelaku yang diduga membawa kabur mobil, muncul oknum anggota TNI yang tiba-tiba menodongkan senjata api ke arahnya.
"Setelah itu, pistol benar-benar ditembakkan ke kurang lebih 4 kali, nahasnya kena ayah saya, pemilik rental mobil makmur jaya, nyawanya tidak tertolong," terangnya.
Sebelum Terjadinya Penembakan
Kapolsek Cinangka AKP Asep Iwan Kurniawan sebelumnya membantah pihaknya menolak memberikan bantuan kepada bos rental mobil yang jadi korban penembakan di Rest Area KM 45 Tol Jakarta-Merak.
Pihaknya hanya meminta bukti dokumen kepemilikan mobil kepada rombongan pemilik rental mobil tersebut, tapi mereka tak bisa memberikannya.
"Tidak pernah ada penolakan, yang ada itu menanyakan dokumen kepemilikan mobil. Karena mereka bilang itu dari leasing. Kita tidak mau gegabah dong. Kalau leasing itu harus ada putusan pengadilan, kemudian ada surat kepolisian dan sebagainya. Minimal ada dokumen kepemilikan saja, tapi (mereka) tidak bisa menunjukkan dokumen kepemilikan," ujar Asep.
Saat ini pihak kepolisian telah menangkap empat pelaku penembakan terhadap IAR. Salah satu di antaranya yang ditangkap adalah AS, pria yang menjadi penyewa pertama dan diduga bagian dari komplotan penggelapan mobil sewaan.
AS ditangkap Polres Pandeglang dan diserahkan langsung ke Polresta Tangerang. Selain itu, Puspomal juga telah mengamankan satu oknum prajurit TNI AL diduga terkait kasus penembakan tersebut.
Anak korban yakni Rizky, membantah pernyatan dari Kapolsek Cinangka AKP Asep Iwan bahwa ia dan ayahnya tak membawa dokumen kepemilikan mobil saat melapor soal dugaan pencurian mobil dan minta didampingi.
Menurut Rizky, pihak Polsek Cinangka tak mau memberikan pendampingan dan menuding dia dan ayahnya dari leasing. Padahal, ia telah menunjukkan bukti kepemilikan kendaraan mulai dari BPKB, STNK, hingga kunci cadangan.
"Kita sudah infokan, kita mobil rental, pribadi. Dan kita bawa bukti kepemilikan, BPKB, STNK, dengan kunci serep," jelas Rizky.
Rizky mengatakan ia dan ayahnya hanya meminta pertolongan agar diberikan pendampingan saat mobilnya diketahui hendak dibawa kabur oleh para pelaku yang disinyalir berjumlah empat orang.
Terlebih, kata dia, mobil miliknya yang dibawa gerombolan pelaku hanya berjarak sekitar 200 meter dari lokasi.
"Jadi saya minta pertolongan ke Polsek Cinangka itu untuk mendampingi saya padahal mobil tersebut hanya berjarak 200 meter. Tapi dengan berat hati enggan menemani saya untuk mendampingi," katanya. (dka/bas)
Editor : Baskoro Septiadi