RADARSEMARANG.ID, Indonesia secara resmi menjadi anggota penuh BRICS, menjadikannya anggota kesepuluh dari kelompok ekonomi berkembang ini.
Keputusan ini diumumkan oleh Brasil, pemegang presidensi BRICS 2025, pada Senin (6/01).
Sebagai negara dengan populasi terbesar keempat di dunia dan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia kini bergabung bersama Brasil, Rusia, India, Cina, dan Afrika Selatan, serta anggota baru lainnya seperti Iran, Mesir, Ethiopia, dan Uni Emirat Arab.
Pernyataan Resmi Pemerintah Indonesia dan Brasil
Dalam rilis resminya, pemerintah Brasil menyambut baik masuknya Indonesia ke dalam BRICS.
Brasil menekankan bahwa Indonesia akan berkontribusi dalam reformasi tata kelola global serta memperkuat kerja sama Selatan-Selatan.
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) juga mengonfirmasi berita tersebut.
Menurut Kemlu RI, bergabungnya Indonesia ke BRICS akan memperkuat ketahanan ekonomi, kerja sama teknologi, pembangunan berkelanjutan, dan solusi atas tantangan global seperti perubahan iklim serta ketahanan pangan.
Apa Itu BRICS?
BRICS adalah akronim dari lima negara pendiri: Brasil, Rusia, India, Cina, dan Afrika Selatan.
Dibentuk pada 2009, kelompok ini dirancang sebagai penyeimbang kekuatan terhadap G7, aliansi negara maju yang meliputi AS, Kanada, Inggris, Prancis, Jerman, Italia, dan Jepang.
BRICS kini mencakup hampir separuh populasi dunia dan menyumbang 35% dari produk domestik bruto (PDB) global.
Selain itu, negara-negara seperti Arab Saudi, Turki, Azerbaijan, dan Malaysia juga menunjukkan minat untuk bergabung.
KTT BRICS: Fokus dan Tantangan
KTT BRICS terbaru di Kazan, Rusia, Oktober 2024, menyoroti upaya memperkuat mata uang lokal dan transaksi non-dolar.
Langkah ini mengundang kritik dari Presiden terpilih AS, Donald Trump, yang mengancam negara-negara BRICS dengan tarif tinggi.
KTT BRICS berikutnya akan berlangsung di Rio de Janeiro, Brasil, pada Juli 2025, di mana anggota akan membahas langkah konkret untuk memperkuat aliansi ini.
Peluang dan Tantangan bagi Indonesia
Dengan menjadi anggota BRICS, Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkuat pengaruhnya dalam tatanan global.
Namun, tantangan tetap ada, termasuk penyesuaian terhadap dinamika antaranggota dan kontribusi nyata dalam agenda global BRICS.
Langkah strategis ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia dan memperkuat posisi geopolitiknya di kancah internasional.
Bergabungnya Indonesia dengan BRICS adalah langkah strategis yang mempertegas perannya sebagai kekuatan utama di kawasan Asia Tenggara dan dunia.
Langkah ini membuka jalan untuk kerja sama lebih erat dalam menghadapi tantangan global serta memanfaatkan peluang ekonomi dan politik yang lebih luas.