RADARSEMARANG.ID, Semarang — Puncak Haul Abah Guru Sekumpul ke 20 berlangsung dengan penuh khidmat, dihadiri oleh jutaan jamaah dari berbagai daerah, Minggu (5/1) malam.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, arus lalu lintas di Jalan Ahmad Yani, yang menghubungkan Martapura Kabupaten Banjar, maupun arah dari Banjarbaru maupun Hulu Sungai mengalami kepadatan luar biasa.
Bahkan, sejak sore hari, jalur utama ini tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Hingga pukul 22.00 WITA, rangkaian acara haul masih berlangsung.
Pihak kepolisian telah menyiapkan rekayasa lalu lintas dengan sistem one way untuk mengatur arus balik jemaah menuju berbagai arah, seperti Banjarmasin, Pelaihari, dan Hulu Sungai.
Di tengah kepadatan ini, banyak jemaah mencari alternatif jalur agar perjalanan pulang lebih lancar.
Salah satunya adalah H Suklan, jamaah asal Amuntai, Hulu Sungai Utara (HSU), yang memilih jalur memutar lewat Barito Kuala (Batola) tembus ke Margasari, Kabupaten Tapin.
“Kami berencana pulang lewat Barito Kuala lewat Margasari agar tidak terjebak kemacetan,” ujar H Suklan saat ditemui di sekitar Museum Lambung Mangkurat.
Keputusan ini bukan tanpa alasan.
Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, jalan utama menuju Hulu Sungai sering kali macet parah pada malam puncak haul.
Oleh karena itu, H Suklan bersama istri dan dua anaknya sudah mengantisipasi perjalanan ini sejak awal.
“Kami berangkat dari Amuntai ke Banjarbaru lebih dulu pada Jumat sore kemarin, supaya tidak terhambat macet di jalan. Besok pagi saya pulang,” ujarnya.
Selain memilih jalur alternatif, H Suklan juga memiliki strategi lain agar perjalanan haul tahun ini lebih nyaman.
Dia memutuskan untuk menginap di sebuah penginapan dekat Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru.
“Alasannya supaya saat selesai haul, kami bisa langsung pulang lebih cepat tanpa harus terjebak kepadatan di pusat kota Banjarbaru,” jelasnya.
Keputusan ini terbukti efektif.
Dengan menginap di lokasi yang lebih jauh dari titik kepadatan utama, dia dan keluarganya bisa lebih fleksibel dalam perjalanan pulang.
“Alhamdulillah saat ini mulai berangkat dan menghadiri haul semua lancar, belum tentu besok semoga strategi ini juga ampuh, selamat sampai rumah,” ujarnya.
Di balik segala persiapan dan strategi perjalanan, tujuan utama H Suklan dan keluarganya tetaplah sama yaitu mencari berkah dari acara Haul Abah Guru Sekumpul.
“Semoga haul Guru Sekumpul ke 20 ini membawa keberkahan bagi semua jamaah yang hadir,” pungkasnya.
Haul Guru Sekumpul memang menjadi salah satu peristiwa keagamaan terbesar di Kalimantan Selatan, menarik perhatian umat dari berbagai daerah.
Antusiasme yang begitu tinggi membuat para jamaah perlu cermat dalam merencanakan perjalanan, baik saat datang maupun pulang, agar tetap nyaman dalam menjalankan ibadah.
Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Rosyanto Yudha Hermawan, memantau Posko Terpadu Haul ke-20 Guru Sekumpul di Martapura, Kabupaten Banjar, Minggu (5/1).
Dalam pemantauan tersebut, Kapolda bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalsel mengecek pengamanan menjelang pelaksanaan haul.
Kapolda juga memantau arus lalu lintas melalui monitor CCTV di sejumlah titik strategis.
Selain itu, Kapolda mengunjungi posko kesehatan yang didirikan Polres Banjar di dekat Posko Terpadu.
Ia juga berbincang dengan jemaah yang memanfaatkan pelayanan kesehatan.
Menurut Kapolda, jumlah jamaah pada Haul ke-20 Guru Sekumpul diperkirakan meningkat dibandingkan tahun lalu yang sampai 3 juta lebih.
Ia pun memastikan petugas keamanan akan terus siaga hingga H+1 haul.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, yang diwakili oleh Asisten Bidang Administrasi Umum Setdaprov Kalsel, Ahmad Bagiawan, menyampaikan bahwa persiapan Haul ke-20 lebih matang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Haul Guru Sekumpul diperingati setiap tanggal 5 Rajab dan dipusatkan di Musala Ar Raudhah Sekumpul Martapura.
Bila merujuk pada kalender Hijriah Indonesia 2025 yang dirilis Bimas Islam Kementerian Agama RI, maka jadwal puncak peringatan Haul ke-20 Guru Sekumpul tahun 2025 pada 5 Rajab 1446 Hijriah bertepatan dengan hari Minggu, tanggal 5 Januari 2025.
Tahun lalu, sedikitnya 3 juta jamaah yang menghadiri haul Guru Sekumpul.
Diprediksi, jemaah yang mengikuti pelaksanaan Haul Guru Sekumpul 2025 akan lebih banyak lagi.
Kepadatan jamaah Haul Guru Sekumpul 2025 sudah terlihat bahkan sejak H -2 Gelaran Momen 5 Rajab atau Haul ke 20 KH Zaini Bin Abdul Ghani (Guru Sekumpul).
Terpantau kepadatan jamaah sudah terlihat di Jalan A Yani, Simpang Empat Masjid Pancasila Kabupaten Banjar, Jumat (3/1).
Tampak mereka ada yang serempak menggunakan syal bertuliskan jamaah Haul Guru Sekumpul.
Puluhan jemaah tersebut di antaranya adalah jamaah Haul Guru Sekumpul 2025 dari Riau, Sumatera bagian Tengah.
Jumriah, (62) mengaku sudah lima hari di Kalimantan Selatan dan hari ini rombongan lima bus geser mendekat ke penginapan yang ada di Sekumpul Martapura.
“Kami rombongan sekitar lima bus memang niat untuk ikut haul.
Kami rombongan baru kali ini ikut haul dam semoga bisa lancar acaranya,” jelas Jumriah.
Dia mengaku, dari lima bus sudah ada koordinatornya.
“Agar tidak terpencar dari rombongan kami diminta pakai syal, mirip kayak kita rombongan umrah, “ ujarnya.
Jutaan jamaah mengikuti pelaksanaan salat magrib berjamaah Haul ke-20 KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau akrab disapa Guru Ijai (Guru Sekumpul) digelar Minggu (5/1).
Gelombang jutaan jamaah haul dari pelosok negeri berdatangan dengan satu tujuan, ke kawasan Sekumpul terutama ke Musala Ar-Raudhah di Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Sejak subuh jamaah berusaha masuk ke areal Ar-Raudah.
Hingga sore jelang detik-detik pelaksanaan salat magrib berjamaah lautan manusia tergambar dari simpang empat Masjid Pancasila ke arah jalan sekumpul.
Bahkan, sangking full nya jemaah tembus ke radius hingga Pusat Pertokoan Sekumpul (PPS) tembus hingga Jalan Materi Empat.
Sementara jika dibandingkan tahun sebelumnya, Jamaah baru sampai di Pos Polisi Simpang Empat.
Baca Juga: Jadwal Majelis Dzikir dan Sholawat Gandrung Nabi Bulan Januari 2025
Namun kali ini subhanallah jauh lebih padat dari 2024 silam.
“Saya baru kali ini bisa hadir langsung.
Dan tidak menyangka sebanyak ini.
Ya Allah, mudahan saya dapat bisa berhadir haul secara langsung di Desember 2025 haul berikutnya,” kata Mukhlis warga asal Riau, Minggu (5/1).
Artis Syakir Daulay turut menghadiri Haul Guru Sekumpul ke-20 di Martapura, Kalimantan Selatan pada Minggu (5/1).
Kedatangan Syakir Daulay ke Kalimantan Selatan tampak dalam postingan Instagram pribadinya, @syakirdaulay.
Adik aktor Zikry Daulay itu menyempatkan diri untuk kulineran.
Syakir memilih untuk menyantap soto Banjar, makanan khas dari Kalimantan Selatan.
Syakir mengunggah fotonya saat berada di warung makan.
Kala itu, ia sedang menyantap sepiring soto Banjar dengan tambahan sepiring sate.
Tampak dalam postingannya, Syakir juga mengunggah gambar poster Guru Sekumpul yang ia potret di warung tersebut.
“Se-Kumpul (emoji hati)
With Soto Banjar
Tinggal kurang urang Banjar, “ ujarnya dalam caption.
Memang, ada beberapa publik figur Tanah Air yang datang ke Haul Guru Sekumpul 2025 ini.
Bahkan Prof. KH. Yahya Zainul Ma’arif, Lc., M.A., Ph.D. atau Yang dikenal Ustadz Buya Yahya hingga Habib Ja’far juga hadir ke Martapura.
Unggahan Instagram Syakir Daulay demikian menuai beragam tanggapan warganet dalam kolom komentar sebagai berikut.
faizyaarsyilla: Berkah guru Sekumpul... masyaAllah
ramezadaniyal: berkah guru sekumpul bang syakir
syarifamoza: Masyaallah syakir hadir d haulan abah guru kah
Acara yang dikenal sebagai “Lautan Cinta” ini menjadi momen spiritual yang penuh makna bagi para peserta.
Habib Husein Ja’far Al Hadar, atau yang akrab disapa Habib Jakfar Al Hadar, turut hadir di tengah lautan jemaah.
Ia mengisahkan pengalamannya berjalan kaki sejauh 4 kilometer menuju lokasi, karena hanya bisa mendekat hingga 1 kilometer dari Kubah Guru Sekumpul.
Sepanjang perjalanan, warga setempat dengan sukarela membuka rumah mereka, menyediakan makanan, minuman, serta menyambut tamu dengan keramahan luar biasa.
Menurut Habib Ja’far, Haul ini merupakan manifestasi cinta kepada Guru Sekumpul yang telah mengajarkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW melalui majelis-majelis Maulid Nabi.
“Begitulah cinta, ia punya daya tarik kuat yang langsung menyentuh hati,” ujarnya.
Acara yang berlangsung meriah ini tidak hanya menjadi pengalaman spiritual, tetapi juga mempererat kebersamaan dan nilai-nilai sosial
Para peserta merasa disatukan dalam semangat cinta dan pengabdian kepada ajaran yang diwariskan Guru Sekumpul.
“Ila ruh Abah Guru Sekumpul, Al-Fatihah,” tutup Habib Ja’far, mengajak jamaah mendoakan sang ulama besar. (fal/bas)
Editor : Baskoro Septiadi