Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Habib Zaidan: Kalau untuk Menyalahkan Gus Miftah Bukan Kapasitas Saya. Karakter Dakwahnya Memang Begitu

Tasropi • Rabu, 4 Desember 2024 | 18:19 WIB
Habib Zaidan terlihat memberikan pembelaan terhadap Gus Miftah terkait gaya dakwahnya yang dianggap kontroversial.
Habib Zaidan terlihat memberikan pembelaan terhadap Gus Miftah terkait gaya dakwahnya yang dianggap kontroversial.

RADARSEMARANG.ID, POLEMIK yang melibatkan Gus Miftah dan penjual es teh viral di media sosial, perhatian publik kini tertuju pada pernyataan Habib Zaidan.

Dalam sebuah video yang diunggah oleh Jhon Sitorus pada Rabu (4/12/2024), Habib Zaidan terlihat memberikan pembelaan terhadap Gus Miftah terkait gaya dakwahnya yang dianggap kontroversial.

Gus Miftah dan Polemik Penjual Es Teh

Gus Miftah sebelumnya menjadi perbincangan hangat setelah video yang menampilkan dirinya bercanda dengan seorang penjual es teh di acara pengajian di Magelang viral.

Dalam video tersebut, Gus Miftah menanyakan apakah es teh yang dijual masih banyak, lalu menyuruh sang pedagang untuk tetap berjualan.

Namun, ia menyelipkan kata “goblok” yang memicu gelak tawa hadirin, tetapi menuai kritik dari netizen.

“Es tehmu iseh okeh ra? Masih? Yo didol goblok (Es tehmu masih banyak gak? Masih? Ya dijual goblok),” ucap Gus Miftah dalam video tersebut.

Ucapan ini memicu reaksi keras di media sosial, dengan berbagai pihak menganggap hal tersebut tidak pantas.

Bahkan, Partai Gerindra melalui unggahannya meminta Gus Miftah, yang juga merupakan Utusan Presiden, untuk segera meminta maaf.

Pembelaan Habib Zaidan

Habib Zaidan, yang kini ikut menjadi perbincangan di Twitter, memberikan pandangannya terkait gaya dakwah Gus Miftah.

Dalam video yang beredar, Zaidan menjelaskan bahwa Gus Miftah memiliki pendekatan dakwah yang unik karena ia sering merangkul kalangan yang dianggap “kurang baik” oleh masyarakat.

“Jadi sebenarnya, memang karakter dakwahnya Gus Miftah itu seperti itu. Karena dia banyak merangkul kalangan yang kurang baik,” ujar Zaidan sambil tersenyum.

Zaidan juga menambahkan bahwa ucapan-ucapan Gus Miftah yang terkesan spontan tidak selalu disengaja untuk menyakiti.

“Satu lagi, beliau kalau memberi kalimat-kalimat seperti itu adalah kalimat spontan. Bukan kalimat yang disengaja. Pun kalau beliau seperti itu, makanan dan minumannya itu diborong sama Gus Miftah,” tambahnya.

Pernyataan Habib Zaidan menuai beragam tanggapan. Sebagian pihak mendukung pandangannya, menganggap bahwa setiap dai memiliki gaya dakwah yang berbeda.

Namun, ada pula yang merasa pembelaan ini tidak cukup membenarkan ucapan Gus Miftah yang dianggap melecehkan penjual es teh tersebut.

Di sisi lain, Gus Miftah telah mengambil langkah untuk meredakan suasana dengan meminta maaf langsung kepada penjual es teh, Sunhaji.

Dalam pertemuan itu, keduanya saling memaafkan dan mengakhiri konflik secara damai.

Kontroversi ini menjadi pengingat pentingnya menjaga etika komunikasi, terutama bagi tokoh publik.

Sementara itu, pandangan Habib Zaidan menunjukkan bahwa pendekatan dakwah yang berbeda-beda bisa menimbulkan interpretasi yang beragam di masyarakat.

Di tengah polemik ini, yang paling penting adalah mengambil hikmah dan belajar dari peristiwa tersebut.

Editor : Tasropi
#gus miftah #Partai Gerindra #Habib Zaidan #viral di media sosial #Penjual Es Teh