RADARSEMARANG.ID, - Protes terhadap kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen masih terlihat menggema di media sosial.
Sejumlah warganet terlihat mengungkapkan ketidakpuasannya dengan unggahan latar belakang biru bertuliskan “Tolak PPN 12%” di bagian bawahnya.
Tak hanya itu, berbagai berbagai kelompok masyarakat dan buruh, mengemukakan keberatan mereka atas kebijakan terkait PPN 12% ini.
Seruan tolak PPN 12 persen ini juga tampak didukung oleh sejumlah tokoh publik dan pegiat media sosial yang menyuarakan hal serupa.
Menurut mereka, pemerintah belum sepenuhnya mampu melayani rakyat dengan baik sebelum menaikkan pajak 12 persen yang akan mulai berlaku tahun 2025.
"Taxation Without Representation is a Cream. Jangan minta pajak besar kalau belum becus melayani rakyat. Tolak PPN 12%," bunyi unggahan background biru yang dibagikan warganet tersebut.
Meski demikian, seorang pengguna media sosial X @ikhwanuddin tampak menggambarkan dampak kenaikan PPN 12% dengan ilustrasi yang menyentuh.
Menurutnya, kenaikan 1% dari 11% menjadi 12% mungkin terdengar kecil, tapi berdampak signifikan bagi banyak orang.
@ikhwanuddin menarasikan bagi mereka yang biasanya menghabiskan 3 juta rupiah per bulan untuk belanja, kenaikan ini berarti tambahan biaya sebesar 30 ribu rupiah.
Angka tersebut akan setara dengan 3 kilogram beras atau biaya transportasi selama 3 hari.
Jika penghasilan mereka tidak bertambah, jumlah beras yang bisa dibeli akan berkurang, atau mereka harus mengalokasikan pengeluaran lain untuk membeli beras.
Sebaliknya, bagi mereka yang menghabiskan 30 juta rupiah per bulan, dampak kenaikan PPN ini berarti akan ada tambahan biaya sebesar 300 ribu rupiah, setara dengan sekali brunch di kafe.
“Sama-sama 1%, tapi buat si kecil lebih terasa banget dampaknya ke perut,” ujar @ikhwanuddin di media sosial X.
Sementara itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani berharap masyarakat bisa memahami urgensi dari kenaikan tarif PPN 12 persen ini.
Menurut Sri Mulyani, kebijakan menaikkan tarif PPN 12 persen ini terdapat manfaat jangka panjangnya bagi stabilitas ekonomi negara.
Disamping itu, kenaikan tarif PPN ini sudah melalui pembahasan panjang dan sangat dalam dengan komisi XI DPR.
"Debat mengenai PPN 11, 12 persen itu juga sudah sangat dalam. Waktu itu banyak membahas pro-cons. Apakah tujuannya untuk…,” ujar Sri Mulyani melalui video viral media sosial.
“Sudah tahu kita debat seperti itu lalu dijajarkan kepada ini saat ini ekonomi lagi melemah, kok Ibu naikkan tarif PPN? Waktu kita debat juga banyak dibahas mengenai ini," lanjutnya.
Editor : Iskandar