Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Sejarah, Makna, Tujuan, Tema, Filosofi, Logo, Peringatan Hari Pahlawan Nasional 10 November

Falakhudin • Selasa, 29 Oktober 2024 | 15:33 WIB
Aplikasi Logo Hari Pahlawan di Media Visual
Aplikasi Logo Hari Pahlawan di Media Visual

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang — Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, pemerintah mengeluarkan maklumat yang menetapkan mulai 1 September 1945 bendera nasional Sang Saka Merah Putih dikibarkan di seluruh wilayah Indonesia. 

Gerakan pengibaran bendera tersebut meluas ke seluruh daerah-daerah, salah satunya di Surabaya.

Sejarah Hari Pahlawan Nasional

Hari Pahlawan adalah hari nasional yang bukan hari libur yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia, dan diperingati pada tanggal 10 November setiap tahunnya di Indonesia.

 

Baca Juga: Selamat Hari Seniman Internasional Tanggal 25 Oktober, Ini Deretan Pelukis Indonesia yang Nama dan Karyanya Mendunia

Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto Umumkan Nama Menteri Kabinetnya: Kabinet Merah Putih

Baca Juga: Daftar Menteri Koordinator Menko Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto

 

Hari ini untuk memperingati Pertempuran Surabaya yang terjadi pada tahun 1945, di mana para tentara dan milisi indonesia yang pro-kemerdekaan berperang melawan tentara Britania Raya dan Belanda yang merupakan bagian dari Revolusi Nasional Indonesia.

Hari nasional ini ditetapkan melalui Keppres No. 316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959.

Salah satu tokoh yang berperan besar untuk mengobarkan semangat perlawanan rakyat Surabaya dalam pertempuran ini yaitu Bung Tomo, yang menginspirasi melalui penyiaran Radio Pemberontakan milik Barisan Pemberontak Rakyat Indonesia (BPRI).

Terdapat pula tokoh-tokoh berpengaruh lain dalam menggerakkan rakyat Surabaya pada masa itu, beberapa datang dari latar belakang agama seperti KH Hasyim Asy’ari, KH Wahab Hasbullah, serta kyai-kyai pesantren lainnya juga mengerahkan santri-santri mereka dan masyarakat sipil sebagai milisi perlawanan. 

Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat yang menjadi korban pada masa itu membuat Kota Surabaya kemudian dikenang sebagai Kota Pahlawan.

Sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan pengorbanan para pahlawan dan pejuang untuk mengusir Inggris, maka pada tahun 1959, pemerintah menetapkan tanggal 10 November sebagai Hari Pahlawan. 

Hal tersebut tertuang pada Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 tentang Hari-hari Nasional yang Bukan Hari Libur dan ditandatangani oleh Presiden Soekarno.

 

Baca Juga: GRATIS! Download Foto Presiden H Prabowo Subianto - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Periode 2024-2029 dan Peraturan Pemasangannya

Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto Lantik 55 Wakil Menteri di Kabinet Merah Putih, Ini Nama-namanya

Baca Juga: Sejarah, Tujuan, Pengertian dan Alasan Pemerintah Menetapkan Hari Santri Nasional 22 Oktober

 

Diperingatinya Hari Pahlawan setiap tanggal 10 November bukan tanpa alasan. 

Peringatan tersebut bertujuan untuk mengenang jasa para pahlawan di pertempuran Surabaya pada tanggal 10 November 1945 silam. 

Selain itu, peringatan ini juga bertujuan untuk mengenang dan menghormati perjuangan para pahlawan di masa lalu. 

Semangat juang tersebut membuat mereka mampu berperang mengusir para penjajah. 

Selain menghormati para pahlawan, memperingati Hari Pahlawan adalah suatu hal bentuk rasa terimakasih kita kepada para pahlawan masa lalu. 

Dan sejak saat itu, Hari Pahlawan diperingati pada tanggal 10 November dan Kota Surabaya menjadi kenangan sebagai Kota Pahlawan. 

 

Makna Hari Pahlawan Mengajarkan Keteladanan Kepada Anak-anak

Kisah perjuangan rakyat Indonesia sebelum dan pasca kemerdekaan muncul dalam buku sejarah pelajaran sekolah mulai dari SD hingga SMA. 

Kisah tersebut tak hanya menunjukkan sejarah negara, melainkan juga mengajarkan keteladanan kepada anak-anak Indonesia, seperti kejujuran, kegigihan, pantang menyerah, dan melakukan kewajiban dan hak.

Anda pun bisa mengenalkan makna Hari Pahlawan kepada mereka dari kehidupan sehari-hari. 

Baca Juga: Sosok Prof. Dr. Abdul Mu’ti Alumni UIN Walisongo Semarang Yang Jadi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah

Baca Juga: Sosok Profil Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, dari Imam Masjid menjadi Menteri Agama Indonesia

Baca Juga: Sosok Profil Gus Miftah dan Tugasnya Sebagai Utusan Khusus Presiden RI

Baca Juga: Mengenal Sosok Profil KH Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq

Seperti mempertahankan kemerdekaan dengan belajar tekun, meraih prestasi di bidang yang diminati, menolong teman yang sedang kesusahan, dan membiasakan untuk mengucapkan terima kasih, maaf, serta tolong kepada orang lain.

Ajarkan pula sejak dini mengenai disiplin. 

Misal masuk sekolah tepat waktu, mengerjakan PR di rumah, mengajari antri membeli makanan, dan lainnya. 

Tak lupa, biasakan anak-anak menjalani pola hidup sehat. 

Dimulai dari memperhatikan asupan makanan dan minuman, melengkapinya dengan imunisasi, mengajak mereka untuk rutin berolahraga, serta memperhatikan kualitas istirahatnya.

 

Tujuan Peringatan Hari Pahlawan 10 November

Setiap tahunnya, masyarakat Indonesia memperingati tanggal 10 November sebagai Hari Pahlawan.

Berlatar belakang dari peristiwa heroik di Surabaya pada tahun 1945 dalam mengusir penjajah dari Indonesia. 

Banyak dari rakyat maupun pahlawan Indonesia yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

Maka, untuk mengenang kembali jasa dan perjuangan para pahlawan yang gugur, lahirlah Hari Pahlawan yang diperingati setiap tanggal 10 November.

 

Baca Juga: Profil K.H. Taj Yasin Maimoen, dari Santri untuk Negeri, Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah 2024-2029

Baca Juga: Free Download kalender 2025 Vektor: Lengkap Indonesia, Jawa dengan Weton, Neptu dan Bulan Hijriyah Islam

Baca Juga: Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PCNU Kabupaten Semarang Masa Khidmah 2024-2029 Resmi Dilantik

 

Peringatan Hari Pahlawan juga bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kepahlawanan pada generasi muda saat ini untuk terus memiliki semangat kemerdekaan.

Maksudnya, besar harapan bagi generasi muda untuk ikut bergerak dalam pembangunan negeri sesuai dengan potensi dan profesi masing-masing.

Tujuan lainnya adalah sebagai dorongan bagi masyarakat agar terus meneladani dan mengimplementasikan nilai-nilai luhur pahlawan dalam kehidupan sehari-hari. 

Serta meningkatkan rasa cinta pada bangsa dan negara Indonesia.

 

Tema Hari Pahlawan 2024

Tahun ini, tema Hari Pahlawan 2024 adalah “Teladani Pahlawanmu Cintai Negerimu”. 

Tema ini merepresentasikan semangat meneladani perjuangan para pahlawan bangsa dalam keberanian, pengorbanan, dan semangat juang, meneruskan cita cita para pendiri bangsa dan mencintai negeri.

Makna Logo tema Hari Pahlawan 2024 “Teladani Pahlawanmu Cintai Negerimu” adalah:

Penghormatan Kepada Pahlawan

Frasa ini mengajak kita untuk meneladani, menghormati dan mengenang jasa pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan dan kedaulatan bangsa. 

Mereka adalah contoh nyata teladan dari keberanian, pengorbanan, dan cinta tanah air.

 

Pendidikan Karakter

Mengajak generasi muda untuk memahami nilai-nilai moral dan etika dari pahlawan, seperti integritas, keberanian, dan pengorbanan. Ini membantu membentuk karakter yang kuat dan positif.

 

Semangat Kebangsaan

“Teladani Pahlawanmu, Cintai Negerimu” juga mencerminkan semangat kebangsaan yang kuat. 

panggilan untuk bersatu, menjaga identitas nasional, dan memperkuat rasa cinta tanah air.

Inspirasi Keteladanan

Mengajak setiap individu untuk menjadi pahlawan di lingkungannya masing-masing, dengan cara berkontribusi secara positif dan aktif dalam kehidupan masyarakat.

 

Logo Hari Pahlawan 2024

Bersama tema tersebut, dirilis pula logo Hari Pahlawan 2024 sebagai berikut:

Filosofi pemilihan simbol-simbol dalam logo Hari Pahlawan 2024 tersebut adalah:

 

Siluet Pejuang: melambangkan keteguhan seorang pejuang yang tetap berdiri teguh meskipun menghadapi tantangan serta menunjukkan komitmen untuk berjuang demi masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.

 

Garis Melingkar Berpotongan: melambangkan pertemuan dua jalan hidup saling terkoneksi. Dalam konteks rela berkorban, mengesampingkan kepentingan pribadi demi kepentingan bangsa dan negara.

Cermin Berhadapan: mencerminkan gagasan bahwa pahlawan adalah teladan

yang bisa kita gunakan untuk merenungkan diri dan tindakan kita dalam kehidupan sehari-hari. 

Filosofi ini mengingatkan kita akan pentingnya mengenal sejarah dan menghargai jasa-jasa pahlawan untuk menjadi inspirasi bagi masa depan.

 

Perisai: melambangkan keberanian untuk menghadapi tantangan. 

melindungi seluruh tumpah darah Indonesia dan menjaga keutuhan bangsa.

 

Siluet Hotel Yamato (Majapahit): melambangkan simbol perjuangan yang memiliki makna mendalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia di Surabaya yang dikenal dengan Peristiwa bersejarah perobekan bendera pada tanggal 19 September 1945. 

Peristiwa itu terjadi di Hotel Majapahit yang dahulu namanya Hotel Yamato.

 

Berikut ini link download identitas visual untuk peringatan Hari Pahlawan 2024:

https://drive.google.com/drive/folders/1fsEBs44KpiD6uhxz48CrR4FaxsJwXm4J

Baca Juga: Sejarah, Tujuan, Pengertian dan Alasan Pemerintah Menetapkan Hari Santri Nasional 22 Oktober

Baca Juga: Sejarah Berdirinya Majelis Ta’lim dan Sholawat Az Zahir

Baca Juga: Sejarah Berdirinya Majelis Dzikir dan Sholawat Gandrung Nabi

Selamat Hari Pahlawan 2024! 

Semoga semangat perjuangan terus mengalir dalam darah kita dan menjadi bagian dari identitas kita. 

Tetap jaga Integritas untuk melayani yang lebih baik. (fal/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#Hari Pahlawan Nasional #Selamat Hari Pahlawan #Hotel Yamato #Pertempuran Surabaya #Makna Hari Pahlawan #Logo Hari Pahlawan #BPRI #kota pahlawan #Hotel Majapahit #Tujuan Peringatan Hari Pahlawan #Presiden Soekarno #Tema Hari Pahlawan #KH Wahab Hasbullah