Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

MEMBELUDAK! Ribuan Jama’ah Hadir di Semarang Bersholawat Bersama Majelis Gandrung Nabi dan Gus Muwafiq

Falakhudin • Sabtu, 26 Oktober 2024 | 12:54 WIB
Ribuan Jama’ah hadir di Semarang Bersholawat bersama Majelis Gandrung Nabi dan Gus Muwafiq
Ribuan Jama’ah hadir di Semarang Bersholawat bersama Majelis Gandrung Nabi dan Gus Muwafiq

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Ribuan jama’ah bersholawat bareng Majelis Dzikir dan Sholawat Gandrung Nabi dan KH Ahmad Muwafiq di Lapangan Simpang Lima Kota Semarang. 

Mereka larut dalam lantunan sholawat yang dipimpin oleh Kyai Zaman Assekhal Jum'at (25/10/2024) malam tersebut.

Acara yang disupport langsung oleh PCNU Kota Semarang dan Pemerintah Kota Semarang dalam rangka Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 H dan Hari Santri Nasional itu begitu khidmat mengikuti lantunan sholawat sejak awal hingga akhir acara.

Baca Juga: Jangan Sampai Kelewatan, Ini Jadwal Gus Muwafiq di Salatiga

Baca Juga: Sejarah Berdirinya Majelis Dzikir dan Sholawat Gandrung Nabi

Baca Juga: TERBARU! Jadwal Majelis Gandrung Nabi Bulan Oktober 2024

Baca Juga: Meluap! Ribuan Jama’ah hadir di PHBI Langensari Bersholawat bersama Majelis Gandrung Nabi

Baca Juga: Haul Solo 2024 Habib Ali Bin Muhammad Al Habsyi, Panitia Siapkan 1,85 Ton Beras dan 260 Ekor Kambing

Baca Juga: Sukseskan Haul Solo Al Habib Ali Bin Muhammad Al Habsyi, Pemkot Siapkan 10 Lokasi Kantong Parkir, Ini Daftarnya

Bahkan, para Gandrung Mania (red: Sebutan untuk para penggemar Majelis Gandrung Nabi) sudah memadati lokasi sholawat Jam 16.00 WIB sebelum acara dimulai.

Mereka juga tak mau beranjak dari tempat duduknya hingga akhir acara.

Berdasarkan pantauan Koran Jawa Pos Radar Semarang, acara maulid dibuka dengan pembacaan Surat Al Fatihah bersama sama.

Kemudian, dilangsungkan pembacaan Tahlil yang dipimpin oleh  Dr KH Muhammad In’amuzzahidin Mashudi MAg .

Selanjutnya merupakan acara inti yakni, Sholawat bersama Majelis Gandrung Nabi dan Ngaji Bersama Gus Muwafiq.

Lalu, Semarang Bersholawat itu diakhiri dengan do’a.

Baca Juga: Sosok Prof. Dr. Abdul Mu’ti Alumni UIN Walisongo Semarang Yang Jadi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah

Baca Juga: Sosok Profil Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, dari Imam Masjid menjadi Menteri Agama Indonesia

Baca Juga: Sejarah, Tujuan, Pengertian dan Alasan Pemerintah Menetapkan Hari Santri Nasional 22 Oktober

Baca Juga: Profil K.H. Taj Yasin Maimoen, dari Santri untuk Negeri, Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah 2024-2029

Baca Juga: Sejarah Berdirinya Majelis Ta’lim dan Sholawat Az Zahir

Baca Juga: Jadwal Majelis Az Zahir Bulan Oktober 2024 Terbaru

Baca Juga: Jadwal Pengajian KH Anwar Zahid Bulan Oktober 2024

Dalam Sambutannya Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Semarang Dr KH Anashom M Hum berkata “NU Kota Semarang sedang membangun NU Center Kota Semarang di Kelurahan Podorejo Palir didalamnya Ada Pondok Pesantren Sholeh Darat, Madrasah Aliyah Kejuruan, BLK, Masjid KH Sholeh Darat, Laboratorium KBIH NU untuk proses perhajian nanti semuanya akan di bangun disitu” Ujarnya.

Lantunan sholawat yang dibawakan oleh Kyai Zaman Assekal serta diiringi hadroh dari grup rebana Majelis Gandrung Nabi membuat para Pecinta Sholawat dan Pemburu Sholawat terhanyut dalam lantunan.

Tak hanya Warga Kota Semarang saja yang ikut acara pengajian sholawat ini, namun dari berbagai daerah seperti Kabupaten Demak, Grobogan, Kudus, Kendal, Pati, Salatiga dan lain-lain ikut hadir.

Ribuan Jama
Ribuan Jama

Dalam Tausiyahnya Gus Muwafiq menekankan bahwa salah satu negara yang mengamalkan ajaran Nabi Muhammad SAW tentang ra`iyyah atau rakyat adalah Indonesia. 

Baca Juga: Jadwal Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf Bulan Oktober 2024

Baca Juga: UNDIP Semarang Bersholawat Bersama Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf, Catat Tanggalnya!

Baca Juga: Belum Banyak yang Tahu, Ini Sosok Profil Gus Iqdam

Baca Juga: Jadwal Lengkap Gus Iqdam Dekengan Pusat Bulan Oktober 2024

Baca Juga: Diawali dari semangat Al Habib Masyhur, Ini Sejarah Singkat Berdirinya Majelis Al Muqorrobin

Baca Juga: Cek Disini Jadwal Majelis Al Muqorrobin Bulan Oktober 2024

Baca Juga: Membeludak! Ribuan Jamaah Bersholawat Bareng Habib Fauzi Rizal Bin Mashyhur Al Munawwar dan Majelis Grayak Al Muqorrobin di Kalibelang Wujil

Baca Juga: Jadwal Majelis Grayak Al Muqorrobin Bulan Oktober 2024

“Jadi hari santri itu dimana kita peringati seperti sekarang itu enak-enak, sambil duduk dan sholawatan. Pada zaman dahulu santri merelakan darahnya, nyawanya untuk kemakmuran bangsa dan Negara Indonesia. Dibalik peringatan hari santri itu ya mengingat seusia kalian pada meninggal untuk mempertahankan negara ini. KH Hasyim Asy’ari menginstruksikan untuk Resolusi Jihad yang isinya jarak 90 Km radiusnya berperang melawan penjajah hukumnya wajib, mempertahankan negara itu fardlu ‘ain. Ketika Belanda datang bersama sekutu, yang waktu itu Jepang kalah perang Hiroshima di Bom Atom Amerika maka Indonesia harus diserahkan ke negara Penjajah (Belanda) lagi. Sebelum disepakati negara yang merdeka kalah perang maka Belanda siap menerima Indonesia Kembali. Para pemuda berselisih dengan Soekarno tentang Indonesia harus dimerdekakan jangan di kembalikan ke Belanda. Akhirnya Soekarno dibawa ke Rengasdengklok. Disana disepakati 17 Agustus akan memproklamasikan kemerdekaan Indonesia di Jakarta.” Ujar Gus Muwafiq.  

Baca Juga: Jadwal Majelis Al Muqorrobin Kendal Bulan Oktober 2024

Baca Juga: Mengenal Sosok KH Asmuni Muhammad Noor, Pendiri Ponpes Al Ihsan Pandeglang yang Wafat Saat Ceramah Maulid Nabi

Baca Juga: Dikenal Sederhana dan Jadi Panutan, Sosok Gus Lik Kyai Terkemuka Asal Jamsaren Kediri Wafat

Baca Juga: Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PCNU Kabupaten Semarang Masa Khidmah 2024-2029 Resmi Dilantik

Baca Juga: Ini Dia Susunan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PCNU Kabupaten Semarang Masa Khidmah 2024-2029

Baca Juga: Free Download kalender 2025 Vektor: Lengkap Indonesia, Jawa dengan Weton, Neptu dan Bulan Hijriyah Islam

Baca Juga: Barokah Melihat Wajah Orang Alim, Malaikat akan Memintakan Ampun hingga Hari Kiamat.

Baca Juga: Mengenal Sosok Habib Husein Mutahar, Pengarang lagu 17 Agustus 45 Hari Merdeka Sekaligus Pendiri Paskibraka

Baca Juga: Do’a Kemerdekaan 17 Agustus yang Pernah Dibacakan KH Maemun Zubair di Peringatan HUT RI lengkap Arab, Latin dan Artinya

Baca Juga: Asal-Usul dan Makna Malam Tirakatan 17 Agustus, Ternyata Begini Sejarahnya

Sementara itu Hidayatuszzen salah satu Gandrung Mania asal Kelurahan Wujil Kecamatan Bergas mengaku sudah sering ikuti pengajian sholawat Kyai Zaman Assekal bersama Majelis Gandrung Nabi di manapun digelar.

Ia mengaku datang ke acara pengajian Semarang Bersholawat bersama rombongan teman-temannya. 

Selalu basahi lisanmu dengan sholawat.

 اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِمْ

Agar kelak mendapatkan syafaat.

Memasyarakatkan Sholawat, Mensholawatkan Masyarakat. (fal/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#NU Center Kota Semarang #Gandrung Mania #Kyai Zaman Assekhal #Majelis Gandrung Nabi #hari santri nasional #Masjid KH Sholeh Darat #gus muwafiq #Pemerintah Kota Semarang #belanda #Lapangan Simpang Lima #Dr KH Anashom #Hidayatuszzen #soekarno #Pondok Pesantren Sholeh Darat #rengasdengklok #Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Semarang #Pemburu Sholawat #Semarang Bersholawat #Hiroshima #maulid Nabi Muhammad SAW #resolusi jihad #jepang #17 agustus #Kelurahan Podorejo #PCNU Kota Semarang