RADARSEMARANG.ID - Polemik donasi sebesar Rp 1,5 miliar tampak terus memanas dan menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat..
Dalam perkembangan terbaru kasus penyiraman air keras yang menimpa Agus Salim, diketahui telah mendapatkan bantuan dari pengacara Farhat Abbas.
Menurut Farhat, kasus penyiraman air keras ini menimbulkan stres yang luar biasa bagi Agus dan keluarganya.
Farhat Abbas menyebut adanya ancaman dari Pratiwi Noviyanthi, selaku pemilik yayasan penggalangan dana dalam kasus ini.
Menurut keterangannya, pemilik yayasan penggalangan dana meminta mutasi dan pengembalian dana dari Agus Salim.
Selain itu, Farhat juga dikabarkan akan melaporkan Novi ke polisi atas tuduhan pencemaran nama baik.
Bahkan, pihak korban penyiraman air keras Agus Salim diketahui sempat ditemani Farhat Abbas untuk melaporkannya ke Polda.
“Wow makin panas jd nyaaa... Resmi...Farhat Abbas temani Agus ke Polda untuk melaporkan Novi Terkait uang Donasi,” tulis akun @B3doel___ di media sosial X dengan unggahan video terkait kasus ini.
Dalam unggahan video tersebut, Farhat Abbas mengatakan “laporan kita hari ini perlu waktu, untuk pertama kali adalah pencemaran nama baik dulu, setelah kita diskusikan emang awalnya kita akan laporkan pemerasan”.
Farhat menambahkan “Karena setahu kami, donasi yang dikirim ke Agus itu adalah donasi secara langsung, menggunakan rekening Agus”.
Dan tidak pernah ada penyumbang itu memberi kuasa kepada Novi untuk memasukkan dana tersebut ke rekening yayasan," sambungnya.
Namun, ketegangan tampak meningkat saat dana donasi yang terkumpul diklaim akan dikembalikan oleh yayasan kepada para donatur.
Agus tampak merasa kecewa dan tidak puas dengan keputusan ini, serta menyebut Novi sebagai pihak yang kejam merendahkan harga dirinya di media sosial.
Mengetahui hal tersebut, Farhat akan melayangkan somasi ke Novi apabila dalam waktu 3x24 jam tidak mengembalikan dana donasi tersebut ke rekening Agus.
Farhat kembali menuturkan “Oleh karena itu, kita layangkan somasi dululah, karena awalnya kan semuanya pertemanan baik aja, niat baik”.
“Kalau dia berani menguasai dana tersebut dalam waktu 3x24 jam dia tidak mengembalikan dana tersebut ke rekening Agus,” ungkap Farhat.
Disamping itu, Farhat Abbas juga menyerukan perlunya mengaudit yayasan penggalangan dana oleh Pratiwi Noviyanthi ini.
Di media sosial, terpantau beberapa netizen tampak menuntut transparansi dan keadilan dalam penggunaan dana donasi.
Seorang pengguna media sosial X @rla_vnvnt menuturkan “Itu uang diambil agar si agus fokus dulu sama pengobatan matanyaaaa, biar doi ga bagi2in dulu duitnya”.
“Setelah pengobatannya selesai baru woi doi boleh tuh plesirannnn. emg duit bisa bikin buta orang,” sambungnya.
Editor : Baskoro Septiadi