RADARSEMARANG.ID - Saat momen pelantikan Presiden Republik Indonesia (20/10), Prabowo Subianto, ada sebuah pemandangan unik yang menarik perhatian publik.
Komura Masahiko yang merupakan mantan menteri luar negeri Jepang yang menjadi dipilih menjadi perwakilan khusus, mencuri perhatian dengan cara berjalannya yang khas saat memasuki Istana Negara.
Komura Masahiko berajalan dengan cara yang asing dilihat di Indonesia sebuah teknik berjalan tradisional Jepang yang dikenal sebagai "Nanba Walking" atau "Samurai Walking".
Nanba Walking memiliki sejarah yang dalam, berasal dari periode Edo (1603-1867) di Jepang. Nama "Nanba" sendiri berasal dari distrik Namba di Osaka, yang pada masa itu merupakan pusat perdagangan dan aktivitas budaya.
Teknik ini awalnya dikembangkan oleh para pedagang yang sering membawa beban berat dan para petani yang bekerja di sawah.
Seiring waktu, teknik ini diadopsi dan disempurnakan oleh kaum samurai karena efisiensinya dalam pergerakan dan kesesuaiannya dengan gaya bertarung mereka. Para samurai menemukan bahwa cara berjalan ini memungkinkan mereka untuk:
- Bergerak dengan cepat sambil membawa katana
- Menjaga keseimbangan di berbagai medan
- Menghemat energi selama perjalanan jauh
- Mempertahankan kesiapsiagaan untuk bereaksi terhadap ancaman
Selama era Meiji (1868-1912), ketika Jepang mulai mengadopsi budaya Barat, gaya berjalan modern mulai menggantikan Nanba Walking dalam kehidupan sehari-hari. Namun, teknik ini tetap dilestarikan dalam seni bela diri tradisional dan teater Noh.
Nanba Walking bukanlah gaya berjalan biasa. Teknik ini merupakan warisan budaya dari era samurai Jepang yang telah berusia ratusan tahun.
Pemilihan Komura Masahiko untuk menampilkan Nanba Walking dalam acara sekelas pelantikan presiden dapat diinterpretasikan sebagai bentuk diplomasi budaya yang halus namun bermakna.
Hal ini mencerminkan bagaimana Jepang tetap mempertahankan dan menghormati tradisi mereka, bahkan dalam konteks diplomasi internasional modern.
Nanba Walking memiliki filosofi mendalam dalam budaya Jepang. Teknik ini dikembangkan para samurai untuk efisiensi energi dan kesiapsiagaan dalam pertempuran.
Penampilan Nanba Walking oleh Komura Masahiko di acara pelantikan dapat dilihat sebagai simbol dari nilai-nilai yang dipegang teguh Jepang. Efisiensi, disiplin, dan penghormatan terhadap tradisi.
Momen unik ini juga dapat dilihat sebagai cerminan eratnya hubungan bilateral Indonesia-Jepang.
Pemilihan untuk menampilkan elemen budaya tradisional dalam acara kenegaraan menunjukkan rasa hormat dan kedekatan hubungan kedua negara.
Tampilnya Nanba Walking dalam pelantikan Presiden Prabowo Subianto bukan hanya menjadi momen yang menarik perhatian publik, tetapi juga merupakan contoh bagaimana tradisi dapat menjembatani diplomasi modern.
Hal ini menunjukkan bahwa dalam era globalisasi, nilai-nilai tradisional tetap memiliki tempat dan dapat memperkaya hubungan antar bangsa. (mg9/bas)