Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

7 Fakta Tentang Yahya Sinwar, Pemimpin Hamas yang Diduga Tewas oleh Pasukan Israel

Tasropi • Jumat, 18 Oktober 2024 | 21:22 WIB
Situasi terakhir sebelum Yahya Sinwar terbunuh tentara Israel dalam seb uah serangan.
Situasi terakhir sebelum Yahya Sinwar terbunuh tentara Israel dalam seb uah serangan.

RADARSEMARANG.ID, Sejumlah pejabat melaporkan bahwa Yahya Sinwar, yang menjabat sebagai kepala biro politik Hamas, diperkirakan tewas dalam sebuah serangan yang dilakukan oleh militer Zionis di Tal Al Sultan, Rafah, yang terletak di Jalur Gaza Selatan pada Kamis, 17 Oktober 2024.

Kejadian ini menambah ketegangan yang sudah berlangsung lama di wilayah tersebut.

Menurut keterangan yang beredar, Sinwar berada di dalam sebuah bangunan bersama dengan dua pejuang Hamas lainnya ketika serangan tank Israel dilancarkan.

Serangan ini menunjukkan intensitas konflik yang terus meningkat di daerah tersebut, yang telah menjadi pusat pertempuran antara Hamas dan pasukan Israel.

Kematian Sinwar, jika terkonfirmasi, dapat memiliki dampak signifikan terhadap struktur kepemimpinan Hamas dan strategi pergerakan tersebut.

Sinwar dikenal sebagai sosok yang kuat dan berpengaruh dalam organisasi, serta memiliki peran penting dalam merumuskan kebijakan dan tindakan militer Hamas.

Situasi di Jalur Gaza semakin kompleks, dengan berbagai faktor yang saling berinteraksi, termasuk respons internasional dan dinamika politik di dalam wilayah tersebut.

Insiden ini mungkin akan memicu reaksi dari pendukung Hamas dan komunitas internasional yang mengamati perkembangan konflik ini dengan cermat.

Dengan meningkatnya serangan dan balasan dari kedua belah pihak, prospek perdamaian di wilayah ini terlihat semakin sulit.

Kematian seorang pemimpin seperti Sinwar dapat memperdalam krisis dan memicu siklus kekerasan yang lebih besar di masa depan.

 

Setelah bangunan itu hancur, drone Israel mengidentifikasi jenazah yang diduga Sinwar di bawah reruntuhan.

Apakah Israel membunuh pemimpin Hamas Yahya Sinwar? Bersama dengan dua pejuang lainnya, Sinwar diduga tewas dalam serangan tersebut.

Jenazahnya kemudian dipindahkan ke Yerusalem untuk menjalani tes DNA guna mengonfirmasi identitasnya.

Baca Juga: Pemimpin Hamas Yahya Sinwar Tewas dalam Sebuah Serangan, Israel Mengonfirmasi Kematiannya Tanpa Tameng Manusia

Fakta Tentang Yahya Sinwar:

1. Lahir di Gaza (1962) Sinwar lahir di kamp pengungsi Khan Younis, Gaza Selatan, dan saat ini berusia 62 tahun.

2. Keluarga dari Ashkelon Keluarganya berasal dari Majdal Askalan (sekarang Ashkelon, Israel), yang dulunya merupakan bagian dari wilayah Palestina sebelum dicaplok Israel pada 1948.

3. Ditahan Selama 22 Tahun di Penjara Israel Pada 1988, Sinwar dipenjara selama 22 tahun atas tuduhan keterlibatan dalam penculikan dan pembunuhan dua tentara Israel.

Namun, dia dibebaskan pada 2011 dalam pertukaran tahanan antara Hamas dan Israel.

4. Figur Berpengaruh di Mata Israel Israel sangat mewaspadai kekuatan Sinwar. Selama masa penahanannya, dia dianggap sebagai sosok berbahaya dan berkuasa oleh pemerintah Zionis.

5. Menguasai Bahasa Ibrani Selama di penjara, Sinwar memanfaatkan waktunya dengan belajar bahasa Ibrani hingga fasih, berlatih langsung dengan para sipir penjara Israel.

6. Menggantikan Ismail Haniyeh sebagai Pemimpin Hamas Pada 2017, Sinwar menggantikan Ismail Haniyeh sebagai pemimpin Hamas di Jalur Gaza.

Setelah Haniyeh terbunuh di Teheran pada 31 Juli 2024, Sinwar mengambil alih kepemimpinan penuh Hamas dari tempat persembunyian di Gaza.

7. Dijuluki "Orang Mati Berjalan" Setelah peristiwa serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, Israel menyebut Sinwar sebagai "orang mati berjalan" karena kesulitan melacak dan membunuhnya. Beberapa upaya pembunuhan terhadapnya selalu gagal.

Sinwar menjadi tokoh yang sangat diperhitungkan oleh Israel karena peran dan pengaruhnya di Hamas, meskipun keberadaannya sulit dilacak selama bertahun-tahun.

Editor : Tasropi
#jalur gaza #pemimpin hamas #Yahya Sinwar #pasukan Israel