RADARSEMARANG.ID - Nun jauh di belahan dunia bagian utara, mimpi buruk seakan bangkit dari fiksi yang pernah menghantui para pecinta film bergenre apocalypse.
Baru-baru ini di hutan Skotlandia ditemukan jamur bernama Gibellula sp. Craignafeoch yang diketahui bisa menginfeksi makhluk hidup serta menjadi parasit bagi inangnya.
Ditemukannya jamur jenis Cordycipitaceae ini bersamaan dengan inangnya, yakni seekor laba-laba yang hidup di dataran hutan kayu yang ada di Peninsula Portavadie.
Bentuk dari laba-laba yang terinfeksi ini sangat aneh, peneliti yang mencoba mempelajarinya menyebut bahwa inang jamur zombie ini berubah bentuk menjadi seperti kembang gula.
Mitchell, seorang developer digital yang menemukan jamur ini merasa tidak percaya dengan temuannya tersebut, menurut penelitian, spesies serupa Cordyceps Militaris, yang hampir memiliki kesamaan dengan Gibellula sp. Craignafeoch dahulu pernah ditemukan di hutan Amazon.
Memiliki kesamaan wujud serta penyebaran yang hampir sama, hal tersebut sangatlah mirip dengan awal dari penyebaran dari apa yang menjadi wabah zombie-fungus (zombie yang dikendalikan oleh jamur) dalam serial The Last Of Us.
Dalam series ini, diceritakan bahwa sebuah jenis jamur bernama Ophiocordyceps unilateralis cordyceps. atau memiliki nama lain jamur pengendali semut, karena pada awalnya jamur ini juga menginfeksi serangga seperti semut dan laba-laba.
Dengan cepat, infeksi ini bertumbuh secara masif di tubuh manusia lalu menciptakan wabah yang mengawali kehancuran peradaban manusia.
Jamur cordyceps dalam serial The Last of Us mampu melenyapkan 60% penduduk bumi, dengan menjadikannya inang yang tubuhnya dikendalikan oleh jamur ini dalam empat tahapan.
Tahap pertama sang korban akan kehilangan kemampuan otak secara keseluruhan yang menyebabkan mereka agresif serta tidak bisa berlaku rasional, lalu dilanjutkan dengan bertumbuhnya jamur di kepala korban yang akan menghancurkan virtual cortex.
Paska setahun, tahap selanjutnya jamur ini adalah merusak indera yang dimiliki korban, membuatnya menjadi makhluk yang bisa menggunakan kemampuan ekolokasi untuk menggantikan kemampuan seluruh inderanya.
Jika inang berhasil hidup mencapai selama satu dekade, maka jamur ini akan mengeras dan menciptakan form keras yang tumbuh di kulit inang, dalam proses ini kebanyakan inang sudah diambil alih tubuhnya secara keseluruhan oleh jamur cordyceps.
Baca Juga: Simak! Mengenal Penyakit Monkey Pox atau Cacar Monyet Beserta Tanda dan Gejalanya
Seberapa Bahaya Jamur yang Ditemukan di Skotlandia?
Meskipun terdengar mengerikan, namun ilmuwan menyatakan bahwa jamur ini belum bisa menginfeksi khususnya manusia maupun makhluk vertebrata (bertulang belakang) lainnya.
Manusia memiliki otak dan komponen nervous system yang rumit, sehingga akan lebih sulit untuk dikontrol oleh parasit semacam jamur cordyceps, berbeda dengan serangga yang memiliki komponen anatomi lebih simpel.
Lalu, manusia juga memiliki temperatur tubuh tinggi diatas 94% Fahrenheit yang tidak memungkinkan jamur untuk bisa hidup didalamnya (namun, tak memungkiri bahwa jamur juga merupakan spesies yang bisa bermutasi).
Kendalanya adalah perubahan iklim yang sedang terjadi diperkirakan mampu membantu fungi ( jamur) untuk beradaptasi hidup di temperatur yang lebih tinggi, contohnya manusia dan mamalia lainnya.
Source: School Of Medicine Yale, IMDb, Forestry Journal, Colorado State University
Editor : Baskoro Septiadi