Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

EDAN! Sejumlah Lokasi Google Maps di Bahrain Terkena Serangan Siber, Lokasi Jalan di Bahrain Mendadak Berubah Nama jadi AFC Mafia

Iskandar • Selasa, 15 Oktober 2024 | 17:16 WIB

 

Google Maps di  Bahrain (tangkapan layar)
Google Maps di Bahrain (tangkapan layar)
RADARSEMARANG.ID-Buntut pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 antara Timnas Indonesia dan Bahrain yang berakhir  imbang 2-2 pada 10 Oktober 2024 lalu, masih terasa hingga kini.

Keputusan kontroversial wasit Ahmed Al-Kaf yang memimpin pertandingan, dianggap berat sebelah dan lebih menguntungkan tim tuan rumah, Bahrain. Alhasil, Pendukung Timnas Garuda bereaksi keras di dunia maya.

Usai  pertandingan, banyak warganet Indonesia meluapkan kemarahan mereka di media sosial.

Mereka mengkritik keras kepemimpinan wasit yang dinilai tidak adil dan merugikan tim mereka.

Baca Juga: Begini Kata Erick Thohir Soal Keputusan Kontroversi Wasit Ahmed Al Kaf di Laga Bahrain vs Indonesia

Baca Juga: Usai Laga Bahrain vs Indonesia, Pelatih STY Ogah Jabat Tangan Staf Official Bahrain, Protes atau Kecewa?

Kritik tidak terbatas pada kolom komentar di Instagram atau Twitter. Beberapa pengguna bahkan mengambil tindakan lebih jauh dengan menyerang platform Google Maps Bahrain.

Dengan semangat protes yang tinggi, mereka mengubah nama sejumlah lokasi dan jalan di Bahrain menjadi "AFC Mafia".

Langkah ini bukan hanya sekadar lelucon; itu adalah ungkapan kekecewaan yang mendalam terhadap apa yang mereka anggap sebagai ketidakadilan dalam pertandingan tersebut.

Perubahan nama lokasi di Google Maps menjadi fenomena menarik.

Misalnya, sebuah tempat makan yang dikenal dengan nama "Soup Kitchen" mendadak berubah menjadi "AFC Mafia Fullus".

Selain itu, banyak jalan dan tempat umum lainnya juga terpengaruh oleh aksi protes ini.

Rating beberapa tempat di Google Maps Bahrain pun mengalami penurunan drastis akibat serangan siber tersebut.

Kolom review dipenuhi dengan sindiran dan kritik tajam terhadap AFC dan wasit Ahmed Al-Kaf.

Komentar-komentar tersebut mencerminkan kemarahan dan kekecewaan para penggemar yang merasa bahwa hasil pertandingan tidak mencerminkan permainan yang sebenarnya. 

Salah satu momen paling kontroversial dalam pertandingan itu adalah gol yang dicetak oleh Mohamed Marhoon di menit ke-99.

Gol tersebut dianggap sangat meragukan oleh banyak pendukung Timnas Indonesia karena wasit dianggap tidak memberikan waktu tambahan yang adil.

Dalam konteks ini, tagar #afcmania muncul sebagai bentuk protes yang semakin meluas di kalangan netizen Indonesia.

Baca Juga: Inilah 'Dosa-dosa' Ahmed Al Kaff, Wasit Kontroversial yang Memimpin Bahrain vs Timnas Indonesia

Baca Juga: Profil Lengkap Wasit Ahmed Al Kaf yang Pimpin Laga Bahrain vs Timnas Indonesia

Mereka menggunakan tagar ini untuk menyuarakan ketidakpuasan terhadap keputusan wasit dan menuntut agar AFC melakukan investigasi terhadap kepemimpinan wasit dalam pertandingan tersebut.

Protes ini menunjukkan betapa besar pengaruh media sosial dalam membentuk opini publik dan bagaimana masyarakat dapat bersatu untuk mengekspresikan ketidakpuasan mereka terhadap suatu isu.

Serangan siber ini menggambarkan bahwa kemarahan netizen Indonesia terhadap keputusan wasit dan AFC bukanlah sesuatu yang sepele.

Baca Juga: Mees dan Eliano Sudah Bisa Main di Timnas, Ini Harapan Erick Thohir Pada Pertandingan Indonesia Menghadapi Bahrain dan China

Ini adalah manifestasi dari rasa keadilan yang mendalam dan keinginan untuk melihat tim nasional mereka diperlakukan secara adil dalam kompetisi internasional.

Perubahan nama lokasi menjadi “AFC Mafia” bukan hanya sekadar sindiran, itu adalah bentuk protes nyata dari masyarakat online melawan apa yang mereka anggap sebagai tindakan tidak adil dalam dunia sepak bola. 

Namun, meskipun tindakan ini menunjukkan kekuatan suara digital, penting untuk diingat bahwa semua tindakan harus tetap berada dalam batasan hukum dan etika.

Protes semacam ini harus dilakukan dengan cara yang konstruktif agar tidak merugikan pihak lain atau menciptakan konflik lebih lanjut.

Dalam dunia di mana teknologi digital semakin mendominasi interaksi sosial, penting bagi masyarakat untuk menggunakan platform-platform ini dengan bijak. 

Secara keseluruhan, pertemuan antara Timnas Indonesia dan Bahrain telah meninggalkan jejak panjang dalam dunia maya dan menciptakan gelombang reaksi dari para penggemar sepak bola di Indonesia.

Kekecewaan pendukung Garuda tidak hanya berhenti pada kritik terhadap wasit Ahmed Al-Kaf, mereka juga menggunakan platform digital seperti Instagram dan Google Maps untuk menyampaikan protes mereka melalui tagar #afcmania serta perubahan nama lokasi menjadi ‘AFC Mafia’. (isk)

Editor : Iskandar
#Wasit Ahmed Al Kaf #kualifikasi piala dunia #Google Maps Bahrain #bahrain #Timnas Indonesia vs Bahrain #timnas indonesia #AFC Mafia