RADARSEMARANG.ID – Jumlah warga yang keracunan massal pada Selasa (1/10) lalu bertambah. Pasalnya korban tidak berasal dari Desa Krecek, Badas saja, melainkan dari luar Kecamatan.
Dari data yang dihimpun, sudah ada 129 orang yang saat ini dirawat di RS kabupaten Kediri serta di IHC RS Toeloengredjo (HVA) Pare ada 26 orang.
Bahkan sempat tersiar kabar jika ada yang meninggal akibat persitiwa itu.
Namun hal itu langsung di sanggah oleh Taufiq Dwi Kusuma, 40, perwakilan dari Majelis Syuban.
Menurutnya, kabar tersebut tidak benar. “Tidak ada yang meninggal dunia,” katanya.
Atas kejadian tersebut, Taufiq mengaku jika Majelis Syuban akan bertanggung jawab atas jamaah yang kini masih dirawat.
Adapun untuk pemberian snack dan minum ketika acara bukan menjadi tanggung jawab Majelis Syuban.
Disamping itu, salah seorang korban keracunan massal, M Choirul Muhtar. Pemuda 17 tahun itu berasal dari Dusun Nglamong, Desa Karang Tengah, Kandangan.
Dia datang ke lokasi karena ikut memeriahkan acara sholawat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Saat acara berlangsung dia sempat meneguk minuman.
“Tidak lama (setelah mengonsumsi minuman, Red) saya merasa pusing, mual dan muntah-muntah,” katanya
Karena kondisinya semakin lemas, dia lantas dilarikan ke Rumah Sakit Kabupaten Kediri (RSKK). Setelah mendapat perawatan, kondisinya sudah semakin membaik tapi masih lemas. (dka/bas)
Editor : Baskoro Septiadi