RADARSEMARANG.ID - Kasus video asusila guru dan murid di Gorontalo terus menjadi sorotan publik.
Beberapa waktu lalu sempat muncul unggahan murid tersebut yang mengklaim sebagai pengakuan siswi video asusila dengan guru di Gorontalo.
Namun diketahui, pihak berwenang menegaskan bahwa unggahan pengakuan siswi sebagai korban yang beredar di media sosial adalah hoaks.
Sebelumnya, sebuah akun mengaku sebagai siswi dalam kasus video asusila ini telah memposting sebuah unggahan pengakuan berupa tulisan panjang.
Adapun tulisan tersebut berisi penjelasan dan klarifikasi mengenai video tidak senonoh yang menjadi viral di media sosial.
Dalam klarifikasi akun yang mengatasnamakan siswi dalam video viral guru dan murid di Gorontalo tersebut berisi beberapa poin utama.
Unggahan pengakuan tersebut menyatakan bahwa siswi tersebut diduga Ketua OSIS MAN 1 Gorontalo.
Siswi ini menjalani kehidupan yang penuh kesulitan sejak ditinggalkan oleh kedua orangtuanya. Ia juga mengaku masih ingin mengejar pendidikan demi meraih beasiswa dan gelar sarjana.
Siswi tersebut juga menceritakan bagaimana awal mula pelecehan dari oknum guru. Dimulai dengan komentar verbal yang tidak pantas dan berlanjut ke tindakan fisik seperti menyentuh pundak dan merangkul.
Ia mengira tindakan tersebut adalah bentuk kasih sayang layaknya seorang ayah. Namun, saat pelecehan semakin jauh, ia kebingungan kepada siapa harus mengadu.
Di akhir klarifikasinya, siswi tersebut meminta maaf jika ada kesalahpahaman terkait video yang sudah tersebar, dan berharap agar dirinya tidak dinilai hanya dari rekaman singkat tersebut.
Namun demikian, Kepala Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak (Kadis PPA) Gorontalo, Yana Yanti Sulaeman mengatakan bahwa unggahan pengakuan tersebut adalah hoaks.
Menurut Yana, korban sudah tidak memegang handphone lagi seperti yang dikutip dari Radar Lawu JawaPos.com.
Dengan demikian, pengakuan siswi dalam kasus video asusila guru dan murid Gorontalo dari akun yang beredar di media sosial dipastikan hoaks.
Hal senada juga diungkapkan pihak kepolisian yang menegaskan klarifikasi tersebut adalah hoaks dan bukan berasal dari korban sebenarnya.
“Ah bukan itu. Hoaks itu. Masih syok. Masih dalam pendampingan dari pihak DP3A Gorontalo," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Gorontalo, Komisaris Besar Desmont Harjendro seperti yang diberitakan.
Menurut keterangannya, korban belum kembali ke sekolah hingga saat ini, dan masih istirahat. Sedangkan guru tersebut sudah dipecat berdasarkan informasi dari Kemenag Gorontalo.
Desmont juga menambahkan, saat ini pihak kepolisian masih memfokuskan penyidikan pada tindakan asusila yang terjadi.
Penyelidikan terhadap pihak yang merekam dan menyebarkan video asusila ini akan dilakukan setelah penyidikan selesai.
Editor : Baskoro Septiadi