RADARSEMARANG.ID – Sebuah video memperlihatkan sepasang suami istri yang Ketika itu berboncengan tiba-tiba dilempar oleh air keras di Jalan Nusa Indah, Cengkareng, Jakarta Barat pada Minggu (1/9/2024) lalu.
Semula dua korban berboncengan mengendarai sepeda motor. Korban tampak dibuntuti oleh dua orang pelaku yang juga berboncengan satu motor.
Pelaku lantas memepet korban dan seketika menyiramkan cairan diduga air keras ke arah wajah korban laki-laki. Kedua pelaku langsung memutar balik kendaraan dan tancap gas meninggalkan lokasi.
Sementara itu, korban terlihat turun dari motornya dengan kondisi tubuh yang berasap lantaran diduga terkena air keras. Korban tampak mengusap mukanya sembari meringis kesakitan meminta bantuan warga sekitar.
Warga pun berjibaku mengambil ember berisikan air lalu menyiramkannya ke korban. Korban tampak tergeletak tak berdaya kesakitan lantaran peristiwa yang terjadi
Saat menjadi Bintang tamu di podcast Denny Sumargo, Agus Salim menceritakan duduk perkara hingga dirinya disiram air keras.
Kejadian dipicu lantaran Ketika Muhammad Agus Salim bekerja di sebuah café di Jakarta terlibat konflik dengan teman kerjanya yakni Aji yang diduga merasa sakit hati usai ditegur Agus.
Bermula ketika Agus dan istri mengurus cafe. Agus yang berperan sebagai pemimpin di cafe tersebut, menegur Aji, yang saat itu masih menjalani masa pelatihan alias magang.
"Permasalahannya sepele, jadi ada customer yang order dia kan masih baru satu minggu lebih kerja, cuma anaknya agak berani apa yang dibilangin."
"Kita bilang 'jangan dulu pegang ini', tapi tetap aja dijalani sama dia. Cuma kalau salah, pasti saya (sebagai leader) dimarahi sama bosnya," kata Agus lewat Youtube Curhat Bang Denny Sumargo.
"Waktu itu ada pelanggan ada order ke dia. Dia rekomendasi makanan, tapi dia gak catat makanan itu di awal, pelanggan komplen karena makanannya tidak kunjung datang," jelasnya.
Kemudian, Agus menegur A. Bukan mengakui kesalahan, A malah mengancam Agus.
"Saya tanya lah sama A, 'Ji tadi ada customer order ini benar gak?' Dia bilang, 'Gak ada'. Padahal A yang rekomendasi kan itu," tutur Agus.
Agus lantas menyarankan A untuk meminta maaf kepada pelanggan tersebut.
Namun, tidak dihiraukan.
"Aku bilang 'Ya udah A minta maaf aja ke customer'."
"Agus paling gak suka sama orang yang gak jujur, gak bakalan Agus marah," terangnya.
"Terus emosi memuncak karena perselisih pahaman itu saya ke belakang, dia bilang 'Bapak sering salah juga', 'Iya tapi kan jujur'," imbuhnya.
Bahkan, saat itu Agus ditemui pelaku dan menantangnya.
"Saat itu Agus lagi tenangin diri ke depan, dia (pelaku) datang, 'Mau bapak apa?'"
"Agus ingin ngobrol gimana solusinya, tapi tangan Agus malah tarik (A)," ujarnya.
Emosi Agus pun makin memuncak hingga menyuruh A pergi dari cafe.
"Udah lo pulang aja sana. Bapak gak butuh orang kayak kamu. (Bilang gitu) karena saking keselnya," kata Agus.
Setelah itu, pelaku kembali menantangi Agus hingga mengancamnya.
"Dia bilang, 'Sini lu', 'Awas lu ya besok'," kata Agus.
Disiram Air Keras
Setelah sehari kejadian itu, Agus malah disiram air keras oleh A.
Saat Agus naik motor bersama sang istri, tiba-tiba datanglah A menghampirinya.
Kemudian, tiba-tiba A menyiram air keras ke matanya hingga dia tidak bisa melihat lagi.
"Pas saya di siram saya teriak sebut nama dia 'A A'," ucapnya.
"Kalau pun dibunuh Agus lebih suka daripada disiksa seperti ini, kalau begini Agus menderita," kata korban.
Akibat dari serangan tersebut, Agus mengalami luka bakar serius yang menyebabkan kebutaan pada matanya.
"Sakit yang dirasakan Agus sampai gak bisa lihat, Agus punya masa depan, Agus anak perantau yang cari makan," ujarnya.
"Wajah saya mengalami luka parah dan saya tidak bisa melihat," ungkap Agus, menggambarkan kondisinya setelah serangan itu.
Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes M Syahduddi membenarkan adanya peristiwa tersebut. Kasus sudah dilaporkan ke Polsek Cengkareng.
"Benar ada kejadian tersebut. Peristiwa tersebut sudah dilaporkan ke Polsek Cengkareng," kata Syahduddi saat dihubungi, Selasa (3/9/2024).
Saat ini penyidik gabungan tengah melakukan penyelidikan mendalam. Terduga pelaku penyiraman air keras masih diburu.
"Tim gabungan Unit Reskrim Polsek dan Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat sedang melakukan penyelidikan mendalam untuk memburu pelaku penyiraman air keras terhadap korban," tuturnya. (dka/bas)