RADARSEMARANG.ID - Insiden penganiayaan sadis yang terjadi di acara komunitas Vespa, telah memicu beragan reaksi keras di media sosial.
Seorang pria menjadi korban pengeroyokan yang berujung pada tindakan brutal dengan salah satu pelaku diduga mencongkel mata korban.
Insiden penganiayaan sadis yang dilaporkan terjadi di Gunung Putri, Bogor, ini, juga mengejutkan Kepala Desa setempat.
Hingga akhirnya Kepala Desa Gunung Putri, Daman Huri buka suara perihal kasus dugaan penganiayaan sadis tersebut.
Menurut Kades Huri, korban merupakan seorang pria bertato dan sudah dibawa ke rumah sakit mengunakan mobil ambulans Desa Gunung Putri.
Huri mengatakan "Malam Minggu (15/9/2024) kejadiannya. Korban seorang pria bertato dievakuasi pakai ambulans desa”.
Meskipun demikian, Kades tersebut tidak memiliki pemahaman yang jelas terkait insiden penganiayaan yang terjadi dalam acara vespa di daerahnya.
"Namun, kasus ini telah ditangani oleh Polsek Gunung Putri," ungkapnya seperti yang dikutip dari Radar Bogor JawaPos.com.
Sebelumnya, telah dilaporkan bahwa seorang pria mengalami dugaan penganiayaan sadis dalam sebuah acara komunitas vespa.
Adapun acara komunitas vespa tersebut bertempat di Lapangan Bina Marga Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat pada 15 September 2024.
Kasus dugaan penganiayaan sadis ini juga menjadi viral di berbagai platform, termasuk di media sosial melalui akun @ScariestProject.
“Sadiss bgt orang2 sekarang yaa!! Seorang pria di congkel kedua matanya karena perselisihan saat acara event Vespa di Gunung Putri, Bogor!!,” bunyi postingan tersebut.
Menurut keterangannya, korban diketahui merupakan anggota GPMI bernama Icang Nasution dan kondisinya saat ini masih dalam perawatan di rumah sakit.
Di sisi lain, melalui akun Instagram @historivespaindonesia telah membagikan klarifikasi dari pihak panitia dan keluarga korban.
Dalam Klarifikasi tersebut menyatakan, info yang beredar terkait kejadian penganiayaan sadis ini biarkan diserahkan kepada pihak yg berwajib.
“Kebenaran tidak nya hanya Tuhan yang kuasa yg mengetahaui. Kita hanya berdoa biar smua baik baik saja dan korban saudara kita bisa lekas membaik. Dan pelaku bisa mempertanggung jawabkan perbuatannya,” bunyi postingan tersebut.
Editor : Baskoro Septiadi