Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Imbas Kasus Cherry Lai Brandoville, Pegiat Medsos Imbau Waspada Lowongan Kerja di LAILAI Studios, Ini Alasannya

Aris Hariyanto • Senin, 16 September 2024 | 04:34 WIB
Header Brandoville Studios dan Footer situs web LAILAI Studios saat masih bisa diakses.
Header Brandoville Studios dan Footer situs web LAILAI Studios saat masih bisa diakses.

RADARSEMARANG.ID, - Bagi pengguna media sosial aktif, pasti sudah tidak asing lagi dengan isu kasus Cherry Lai Brandoville Studios.

Namun buat yang belum mengenalnya, Brandoville merupakan studio premium pertama di Indonesia yang fokus dalam pembuatan game AAA dan animasi.

Selain itu, Brandoville ini juga dikenal sebagai studio outsourcing yang sering diminta pengembang besar untuk memproduksi berbagai aset yang mereka perlukan.

Diantaranya proyek-proyek besar tersebut seperti pembuatan game The Last of Us dan Final Fantasy VII Remake.

Meski demikian, Studio ini dikenal bukan karena kualitasnya, melainkan isu lingkungan kerja yang buruk.

Tindakan Cherry Lai istri Ken Lai yang diduga melakukan kekerasan verbal dan perundungan terhadap karyawan di Indonesia menciptakan catatan negatif dalam industri lokal.

Parahnya lagi, mereka yang sebelumnya tampak aktif kini mulai menjauh dari akun media sosial mereka akibat berbagai kritik yang diterima.

Padahal, setelah Brandoville Studios dinyatakan ditutup, mereka diketahui mendirikan studio baru bernama LAILAI Studios yang juga berfokus pada produksi AAA Games dan animasi premium.

Dari informasi yang diperoleh, pendekatan yang diambil LAILAI Studios mirip yang dilakukan oleh Brandoville, yakni didirikan di Hong Kong dan pusat operasionalnya memilih berada di Jakarta.

Dalam situs resminya tampak memberi kesan bahwa LAILAI Studios merupakan kelanjutan Brandoville, dengan perekrutan yang telah dibuka untuk umum.

Itu artinya, sejarah kekerasan di Brandoville Studios membuat banyak pihak khawatir akan terulangnya kejadian serupa di perusahaan baru ini.

Seorang pegiat sosial mengatakan “apapun perusahaan yang akan dibentuk oleh Cherry Lai dan Ken Lai di masa depan, terutama yang menargetkan talenta-talenta kreatif Indonesia diperlukan kewaspadaan tinggi”.

“Agar Anda, saudara-saudara Anda, ataupun teman yang Anda kasihi, yang kebetulan tertarik untuk bekerja di studio video game ataupun film animasi, untuk MENGHINDARI LAILAI Studios ini,” imbuhnya yang dikutip dari laman Jagad Review.

Beberapa pegiat media sosial dan komunitas industri kreatif lainnya telah mengeluarkan peringatan untuk berhati-hati terhadap LAILAI Studios.

Tak terkecuali Asosiasi Game Indonesia (AGI) juga telah mengeluarkan pernyataan resmi dan mengecam kasus kekerasan mantan karyawan Brandoville.

Mereka menyoroti rekam jejak Cherry Lai dan Ken Lai yang diduga melakukan kekerasan fisik dan verbal terhadap karyawan mereka di studio tersebut.

Sebagai tambahan informasi, situs web LAILAI Studios yang sebelumnya dapat diakses kini tidak aktif lagi, bahkan postingan mereka di media sosial pun dihapus.

Editor : Iskandar
#kasus Cherry Lai Brandoville #lailai studios #kekerasan verbal #Lowongan Kerja #pegiat media sosial #Brandoville Studios #Cherry Lai #perundungan