RADARSEMARANG.ID – Pembahasan terkait Gempa Megathrust menjadi perbincangan hangat usai muncul gempa M4,5 di Gunungkidul Yogyakarta pada Kamis 12 September 2024.
Dari laporan BMKG, gempa terjadi pukul 10.25.13 WIB. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 8.72° LS; 110.25° BT tepatnya di laut pada jarak 90 km arah Barat Daya Gunungkidul, DIY dengan kedalaman 30 Km.
Guncangan gempabumi ini dirasakan di daerah Gunungkidul, Bantul, Pacitan, Wonogiri II MMI (Getaran dirasakan sedikit orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).
Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.
Sejarah mencatat, gempa besar terakhir di Tunjaman Nankai terjadi pada 1946 (usia seismic gap 78 tahun), sedangkan gempa besar terakhir di Selat Sunda terjadi pada 1757 (usia seismic gap 267 tahun) dan gempa besar terakhir di Mentawai-Siberut terjadi pada 1797 (usia seismic gap 227 tahun).
Artinya kedua seismic gap kita periodisitasnya jauh lebih lama jika dibandingkan dengan seismic gap Nankai, sehingga mestinya jauh lebih serius dalam menyiapkan upaya-upaya mitigasinya.
Tak Cuma di Gunungkidul, Gempa Megathrus juga terjadi di pesisir Selatan Sumatra Barat dengan M 3,3 pada Kamis 12 September 2024 pukul 12.08 WIB.
Dengan titik koordinat Lok:1.60LS, 100.45BT (31 km BaratDaya dengan kedalaman 10 KM.
Adapun langkah mitigasi sebagai berikut ;
- Atur Ulang Interior Rumah dan Tempat Kerja
Pastikan perabotan dan benda-benda berat seperti lemari atau rak buku ditempatkan di area yang aman, dipasang penguat, dan menempel dengan dinding agar tidak mudah roboh ketika gempa. Periksa juga kestabilan benda-benda yang tergantung seperti lampu, untuk menghindari kecelakaan akibat kejatuhan material.
- Siapkan Tas Siaga Bencana
Baca Juga: Setelah Gunungkidul Alami Gempa, Cek Zona Megathrust di Sini
Tas siaga bencana seringkali diabaikan, padahal ini persiapan yang sangat penting. Setiap anggota keluarga harus memiliki satu tas siaga yang mudah dibawa dan diakses. Isi tas siaga bencana dengan:
- Makanan dan Minuman: Simpan makanan siap saji yang tahan lama seperti makanan kaleng dan makanan kering. Jangan lupa air bersih yang cukup untuk setidaknya tiga hari.
- Obat-obatan dan P3K: Siapkan obat-obatan pribadi yang rutin dikonsumsi, serta perlengkapan P3K seperti perban, antiseptik, dan plester luka.
- Perlengkapan Kebersihan: Bawa sabun, tisu basah, hand sanitizer, dan produk kebersihan lainnya yang diperlukan.
- Alat Komunikasi dan Daya: Power bank dan senter untuk mengantisipasi padamnya listrik. Radio atau semacamnya akan sangat penting untuk tetap terhubung dan mendapatkan informasi terbaru.
- Dokumen Penting: Fotokopi KTP, KK, akta kelahiran, dan dokumen penting lainnya. Simpan juga uang tunai secukupnya untuk kebutuhan darurat.
- Peralatan Tambahan: Bawa pisau multifungsi, tali, dan pakaian tahan api. Ini mungkin tampak berlebihan, tapi dalam situasi darurat, bisa sangat berguna.
- Jika Berada di Dalam Bangunan
Lindungi tubuh dan kepala dari reruntuhan dengan berlindung di bawah meja atau tempat yang aman. Jangan langsung lari keluar tapi pastikan kondisi aman sebelum melakukannya.
- Jika Berada di Luar Bangunan
Hindari bangunan tinggi, tiang listrik, pohon, dan tempat-tempat yang berisiko runtuh. Perhatikan juga tanah di sekitarmu, karena retakan bisa terjadi kapan saja.
- Jika Sedang Mengendarai Mobil
Segera keluar dari mobil dan jauhi kendaraan. Mobil bisa bergeser atau terbakar saat gempa terjadi.
- Jika Berada di Pantai
Secepatnya tinggalkan pantai untuk menghindari tsunami. Jangan menunggu tanda-tanda tsunami muncul; begitu gempa terjadi, segera bergerak ke tempat yang lebih tinggi.
- Jika Berada di Daerah Pegunungan
Hindari lereng dan tebing yang berpotensi longsor. Cari tempat yang aman dari longsoran dan jangan panik.
Gempa megathrust memang mengerikan, tapi bisa dihadapai dengan beberapan persiapan yang matang. (dka/bas)
Editor : Baskoro Septiadi