RADARSEMARANG.ID – Gempa Megathrust masih menghantui wilayah Indonesia. Bahkan BMKG sudah mengeluarkan peringatan penting jika ada potensi gempa sebesar 8,9 di wilayah Selat Sunda dan Mentawai-Siberiut.
Akibatnya, banyak sebagian warga yang mencari informasi mengenai gempa megathrust ini dan banyak dari warga yang sudah terkena dampak dari gempa, seperti di Tegal dan Gunungkidul beberapa bulan terakhir.
Lalu apa itu Megathrust sebenarnya ?
Megathrust bukan sekadar gempa biasa. Gempa ini merupakan gempa bumi yang terjadi di zona megathrust, area pertemuan lempeng tektonik yang sudah ada sejak jutaan tahun lalu.
Di zona ini, ada satu lempeng tektonik bumi yang terdorong ke bawah lempeng lainnya sehingga menciptakan tekanan besar. Ketika tekanan ini akhirnya pecah, maka bisa memicu gempa yang sangat kuat dan tsunami.
Bahayanya gemoa megathrust ini memiliki kekuatan mencapai 8,9 magnitudo yang dapat menghancurkan sekitar pusat gempa.
Dampaknya pun bisa merobohkan bangunan, menyebabkan longsor, munculnya tsunami yang besar.
BMKG pun melakukan prediksi jika ketinggian gelombang tsunami jika ada gempa megathrust bisa mencapai 34 meter di sepanjang Pantai barat Sumatra dan Pantai Selatan Jawa.
Berikut daftar wilayah yang terkena dampaknya, jangan di sepelekan ya,
BMKG telah menyoroti dua wilayah kritis: Selat Sunda dan Mentawai-Siberut. Namun, jangan salah, zona megathrust juga mencakup area lain seperti Subduksi Sunda, Subduksi Banda, Subduksi Lempeng Laut Maluku, Subduksi Sulawesi, dan Subduksi Utara Papua. Beberapa zona megathrust di Indonesia antara lain:
Megathrust Aceh-Andaman (M9,2)
Megathrust Nias-Simeulue (M8,9)
Megathrust Batu (M8,2)
Megathrust Mentawai-Siberut (M8,7)
Megathrust Mentawai-Pagai (M8,9)
Megathrust Enggano (M8,8)
Megathrust Selat Sunda-Banten (SSB) (M8,8)
Megathrust Jawa Barat (M8,8)
Megathrust Jawa Tengah-Jawa Timur (M8,9)
Megathrust Bali (M9,0)
Megathrust NTB (M8,9)
Megathrust NTT (M8,7)
Megathrust Laut Banda Selatan (M7,4)
Megathrust Laut Banda Utara (M7,9)
Megathrust Utara Sulawesi (M8,5)
Megathrust Lempeng Laut Filipina (M8,2)
Namun, hingga berita ini dihimpun, belum ada yang tahu kapan pastinya gempa megathrust ini terjadi. Karena keterbatasan teknologi dan sains yang belum cukup.
BMKG saat ini Tengah berupaya memberikan data dan menghimbau tentang bahayanya gempa tersebut.(dka)
Editor : Iskandar