Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Hari Ini, Ibu Mendiang dr Aulia Risma Lapor ke Polda Jateng Soal Dugaan Perundungan yang Menimpa Putrinya saat Menjalani Program PPDS Anestesi Undip

Muhammad Iqbal Amar • Rabu, 4 September 2024 | 16:23 WIB
Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Diponegoro (UNDIP) menyalakan lilin
Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Diponegoro (UNDIP) menyalakan lilin

RADARSEMARANG.ID - Hari ini Rabu (4/9/2024) Ibu mendiang dr Aulia Risma Lestari dikabarkan akan membuat laporan ke Polda Jateng terkait dugaan perundungan yang mengakibatkan kematian putri tercintanya dr Aulia Risma Lestari.

Dr Aulia Risma Lestari merupakan dokter residen Fakultas Kedokteran Undip yang diduga bunuh diri saat menjalani Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS).

Tak sendiri, ibu dr Aulia Risma Lestari akan membuat laporan bullying atau perundungan di Polda Jateng didampingi pengacaranya.

Dalam duduk perkara kasus kematian dr Risma ini, terdapat dua variabel yang sangat penting untuk diinvestigasi dan diungkap kebenarannya.

Yakni kebenaran terkait dengan bunuh diri dan dugaan perundungan yang dilakukan oleh dokter senior di PPDS Anestesi Undip.

Sebelumnya pihak keluarga sempat menepis kabar bahwa dr Risma bunuh diri dan mengatakan bahwa memang yang bersangkutan punya riwayat penyakit saraf kejepit.

Sehingga ada kemungkinan korban lalai dalam menyuntikkan obat bius Roculax untuk menghilangkan rasa sakit yang dirasakan.

Hal senada juga diungkapkan pihak kepolisian yang menyatakan, jika tidak sengaja bunuh diri ada kemungkinan faktor kelalaian korban.

Namun, hingga kini belum bisa dipastikan kebenarannya apakah korban memang bunuh diri atau lalai.

Sementara itu, terkait adanya dugaan perundungan sejak awal pihak keluarga menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian dan Kemenkes yang pekan lalu sudah semakin terang benderang pasca investigasi pihak-pihak terkait.

Dari pernyataan resmi Kemenkes melalui juru bicara dr Mohammad Syahril dalam keterangannya pada Minggu (1/9/2024) investigasi yang dilakukan ada dugaan kuat adanya praktik perundungan yang dilakukan oleh dokter senior.

Yakni pemungutan uang yang sampai berjumlah puluhan juta di satu angkatan.

Namun, hal ini juga sudah dibantah oleh guru besar Fakultas Kedokteran Undip yang juga spesialis bedah saraf Zaenal Muttaqin.

Ia menegaskan bahwa uang senilai Rp. 30-40 juta memang dihimpun di luar program PPDS sebagai iuran setiap angkatan dan dikelola mahasiswa sendiri.

Sementara itu, berkas hasil investigasi kemenkes terkait adanya perundungan telah diserahkan kepada penyidik kepolisian.

Polisi menyatakan bahwa nantinya temuan investigasi tersebut akan digunakan oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jateng untuk mendalami dugaan perundungan yang dialami dokter Aulia.

Hasil investigasi tersebut sangat bertolak belakang dengan pihak Undip yang menyatakan bahwa tidak ada praktik perundungan di Fakultas Kedokteran khsusunya dalam PPDS.

Meski demikian Rektor Undip Prof Suharnomo terbuka dan menerima fakta dari pihak eksternal terkait perkara tersebut. (mia/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#dokter residen #Aulia Risma Lestari #Polda Jateng #investigasi #Fakultas Kedokteran Undip #dr Risma #obat bius Roculax #Saraf Kejepit #Rektor Undip Prof Suharnomo #perundungan #program pendidikan dokter spesialis #PPDS Anestesi Undip #Bullying #kemenkes #dokter senior #BUNUH DIRI