RADARSEMARANG.ID – Jagat media sosial X baru-baru ini sedang dihebohkan dengan kata ‘Fufufafa’.
Bahkan kata fufufafa ini juga berbau politis dan menyebut ada kaitannya dengan putra presiden Joko Widodo.
Ternyata fufufafa sendiri diambil dari sebuah lagu yang dinyanyikan oleh Ayushita seorang artis ternama.
Nyanyian tersebut berawal dari album Morning Sugar yang dirilisnya 11 tahun lalu, tepatnya pada tahun 2013.
Lagu ‘fufufafa’ sendiri merupakan track ketiga dari 8 lagu dalam album tersebut. Genre musik yang mengiringinya sangat kental nuansa samba dan jazz dengan sedikit sentuhan indie pop.
Kata "Fufu Fafa" pun diucapkan oleh Ayushita dalam salah satu baitnya yang diiringi oleh irama jazz.
Selain artis ternama, Ayushita juga tergabung dalam grup Bukan Bintang Biasa ini tak terlalu ngoyo saat menyanyikannya.
Hal itu juga terlihat dalam video klip lagu "Fufu Fafa" yang digarap secara sederhana. Hanye menyorot wajah Ayushita yang pergerakannya dipecah dalam enam frame.
Melansir berbagai sumber, lagu "Fufu Fafa" milik Ayushita ini menjadi single andalan dalam album Morning Sugar.
Jika ditelusuri dari tiap kata dalam liriknya, lagu ini bermakna tentang perjalanan dalam menemukan kebahagiaan setelah melalui masa-masa sulit.
Ungkapan perasaan ringan nan gembira, seolah menggantikan beban di masa lalu, makin mengena berkat melodi riang yang sangat pas dalam mengiringi liriknya
Perlu diketahui kata ‘fufufafa’ ramai dibahas di media sosial X Lewat akun Kaskus 'Fufufafa' beberapa tahun lalu, sang pemilik yang diduga Gibran Rakabuming Raka menyebut Prabowo Subianto dengan kata-kata tak pantas.
Akun tersebut menyerbut Prabowo sebagai pecatan TNI, punya anak penyuka sesama jenis, calon Presiden tanpa istri karena perceraian dan banyak lagi.
Menanggapi temuan netizen yang menyelami jejak digital Gibran Rakabuming, Founder platform diskusi Kaskus, Andrew Darwis akhirnya buka suara.
Menurutnya, sulit menemukan dan membuktikan apakah dibalik akun Kaskus Fufufafa itu adalah benar Gibran Rakabuming.
"gak bisa di cek gan, jaman dulu itu bikin account di Kaskus cuman butuh email sembarangan bisa, gak ada proses verifikasi. Gak kayak sekarang harus email verifikasi & nomor HP untuk OTP," tulis Andrew Darwis menanggapi komentar di X (sebelumnya Twitter) yang ramai membahas hal tersebut.
Selain itu, Andrew Darwis juga menjelaskan bahwa pelacakan atau tracking sulit dilakukan.
Penyebabnya adalah akun Kaskus zaman tersebut, bisa dibuat siapa saja dengan mudah bahkan dengan email asal-asalan. (dka/bas)
Editor : Baskoro Septiadi