Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Uang Dugaan Pemalakan Senior dr Aulia Risma Lestari dan Teman Seangkatan PPDS Anestesi Undip Ternyata Untuk Ini

Muhammad Iqbal Amar • Senin, 2 September 2024 | 18:54 WIB
Salah satu kampus FK Undip di lingkungan RSUP Dr Kariadi
Salah satu kampus FK Undip di lingkungan RSUP Dr Kariadi

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Kementerian Kesehatan atau Kemenkes RI mengungkapkan fakta terbaru ihwal kasus dugaan bunuh diri yang menimpa mahasiswi kedokteran PPDS Anestesi Undip almarhumah dr. Risma Aulia Lestari.

Sudah hampir tiga minggu sejak meninggalnya korban, pihak Kemenkes RI dan kepolisian bekerja sama untuk mengungkap kebenaran dibalik peristiwa tersebut.

Fakta terbaru investigasi yang dilakukan oleh Kemenkes RI menyatakan bahwa ada dugaan pemerasan atau pemalakan yang dilakukan oleh oknum senior terhadap dr Aulia Risma Lestari dan rekan seangkatan saat menjalani PPDS Anestesi Undip.

Pemerasan yang dilakukan oleh oknum senior di Fakultas Kedokteran Undip itu ditengarai memicu dr Aulia Risma Lestari mengalami depresi dan mendapatkan tekanan hebat hingga akhirnya tak kuat menahan rasa sakit dan nekat melakukan aksi bunuh diri.

Aksi perundungan atau bullying yang dilakukan oleh para seniornya saat menjalani PPDS Anestesi Undip yakni dengan meminta sejumlah uang yang dihimpun dari seluruh peserta  seangkatan dalam program tersebut.

Almarhumah dr Aulia Risma Lestari pada saat itu ditunjuk sebagai bendahara yang mengkoordinir penghimpunan uang dan bertanggungjawab untuk memenuhi kebutuhan seniornya.

Menurutnya permintaan uang dari oknum yang tak lain adalah para seniornya tersebut berkisar antara Rp 20–40 juta per bulan.

"Berdasarkan kesaksian, permintaan ini berlangsung sejak almarhumah masih di semester 1 pendidikan atau di sekitar Juli hingga November 2022," ujar Juru Bicara Kemenkes dr Mohammad Syahril, Minggu (9/1/2024).

Tidak hanya itu saja, ia juga diberikan tugas menyalurkan uang tersebut untuk kebutuhan-kebutuhan non-akademik seperti membiayai penulis lepas untuk membuat naskah akademik senior, menggaji office boy, dan berbagai kebutuhan senior lainnya.

Tentu saja, hal itu sangat memberatkan pihak korban dan keluarga korban. Sebab sebelumnya tidak menduga akan ada pungutan dalam program PPDS Anestesi Undip. Apalagi nilainya sampai puluhan juta.

"Bukti dan kesaksian akan adanya permintaan uang diluar biaya pendidikan ini sudah diserahkan ke pihak kepolisian untuk dapat diproses lebih lanjut," ujar dia.

"Investigasi terkait dugaan bullying saat ini masih dalam proses oleh Kemenkes bersama pihak kepolisian," tambahnya. (mia/bas)

 

 

Editor : Baskoro Septiadi
#Aulia Risma Lestari #Kementerian Kesehatan #Fakultas Kedokteran Undip #mahasiswi kedokteran #pemalakan #Depresi #Kemenkes RI #Pemerasan #perundungan #PPDS Anestesi Undip #Bullying #BUNUH DIRI