Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Selain Sesar Kendeng, Terdapat Sesar Naik Pati Atau Pati Thrust Yang Bisa Memicu Gempa Bumi Berkekuatan M 6,8

Nurfa'ik Nabhan • Sabtu, 31 Agustus 2024 | 16:25 WIB
Peta lokasi gempa Blora yang menandakan Pati Thrust masih aktif
Peta lokasi gempa Blora yang menandakan Pati Thrust masih aktif

RADARSEMARANG.ID - Selain terdapat Sesar Kendeng yang melintang dari selatan Semarang menuju Jawa Barat.

Di wilayah pantai utara Pulau Jawa juga terdapat garis Sesar Naik Pati atau Pati Thrust.

Sama dengan Sesar Kendeng, Pati Thrust juga berpotensi memicu gempa besar mulai dari Semarang menuju ke arah timur laut hingga Blora, Lasem, Rembang, Tuban, dan wilayah Jawa Timur.

Dosen Teknik Geologi Universitas Gajah Mada, Salahudin Husein menyebutkan Sesar Naik Pati bisa memicu gempa dengan kekuatan Magnitudo 6,5.

Pasalnya sesar ini memiliki laju pergeseran sebesar 0,1 mm per tahun.

Keaktifan Pati Thrust ini diambil dari berbagai data seperti catatan geologi, data kegempaan, dan Global Positioning System (GPS) yang diukur dengan satelit. 

Bahkan adanya keaktifan sesar ini teridentifikasi pola kelurusan yang memanjang dari selatan Semarang ke arah timur laut melewati daerah Lasem dan menerus hingga Laut Jawa.

Selain itu, Salahudin juga mencatat bahwa kasus gempa besar diakibatkan oleh sesar ini.

Diantaranya gempa di Rembang hingga Tuban dengan skala intensitas VII MMI pada tahun 1836 dan gempa di Lasem pada tahun 1847.

Tidak hanya wilayah Rembang, tetapi wilayah Pati juga pernah dilanda gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,8 pada tahun 1890.

Bahkan gempa tersebut menyebabkan kerusakan parah dengan skala intensitas VI-VII MMI dan radius kerusakan sekitar 500 km.

Selain gempa di kedua wilayah tersebut, juga tercatat gempa di beberapa wilayah seperti Blora dan sekitarnya.

Meski dengan kekuatan yang lebih rendah tetapi gempa tersebut berada tepat pada jalur Sesar Naik Pati.

Gempa di jalur Sesar Naik Pati berbeda dengan gempa Megathrust. Dimana gempa Pati Thrust akibat sobekan di dalam lempeng yang bergerak setiap tahunnya.

Sedangkan gempa Megathrust terjadi akibat pergerakan lempeng di kerak bumi.

Sehingga kekuatan gempa yang diakibatkan Sesar Naik Pati lebih kecil dibandingkan dengan gempa Megathrust.

Namun kendati demikian, kerusakan yang disebabkan oleh gempa Pati Thrust akan menyebabkan kerusakan. (nun)

Editor : Tasropi
#pantai utara #Pati Thrust #gempa megathrust #Gempa #gempa bumi #Sesar Naik Pati #Sesar Kendeng #Pulau Jawa