RADARSEMARANG.ID - Sosok polisi wanita (Polwan) cantik Brigadir Putri Cikita tengah menjadi bulan-bulanan netizen.
Lantaran videonya viral usai menegur seorang pria yang sedang makan di warung kopi dan bilang tak sopan.
Setelah penggalan video tersebut viral, sosok Brigadir Putri Cikita diserang warganet. Tak tanggung-tanggung, warganet juga menyerbu akun media sosial Polwan cantik tersebut.
Kemudain, kali ini muncul permintaan maaf di medsos dengan latar foto Brigadir Putri Cikita.
Permintaan maaf tersebut diunggah akun tiktok @putrisirtycikita_sabunge, Minggu (25/8).
"Semuanya sudah selesai dan jelas yaa. mohon untuk tidak berlanjut dalam kasus kesalahpahaman ini, dan kembali kami sampaikan bahwa tidak ada manusia yang luput dari sebuah kesalahan atau bisa menghindari kesalahpahaman seperti yang terjadi di sini..terimakasih," tulisnya dalam postingan akun tiktok.
Namun pada akun medsos yang sama pada Selasa (27/8) kembali mengunggah terkait berita salah satu media massa terkait klarifikasi Polda Jatim.
Kemudian di bagian slide postingan terakhir terdapat ucapan terimakasih ke Polda Jatim dan masyarakat.
"Terimakasih kepada Polda Jatim atas klarifikasi lanjutannya perihal viralnya cuplikan video yang beredar di media sosial. Dan kepada seluruh masyarakat Indonesia khususnya "Terimakasih" untuk semua kritik dan sarannya kepada kami, semoga kedepannya menjadi sebuah pelajaran bagi kita semua agar lebih berhati-hati dalam sebuah ucapan atau tindakan dan tentunya tetap saling menghargai.#terimakasih#salamsejahtera POLRI CINTA DAMAI," tulisnya dalam unggahan.
Sebelumnya, Sosok polisi wanita alias Polwan tersebut belakangan ini menjadi sorotan publik setelah rekaman video yang merekam aksinya menuding seorang pria tak sopan karena berbicara sembari makan viral di media sosial.
Padahal, Polwan tersebutlah yang mengajak bicara pria yang sedang makan itu. Gara-gara hal itu pula, Bigadir Putri Cikita mendapat julukan “Duta Sopan Santun” oleh netizen.
Kali ini, kembali muncul potongan video di jagat maya yang memperlihatkan saat Polwan Putri Cikita menuding pria tersebut dalam pengaruh obat-obat alias ngobat.
Pria itu awalnya sempat tak terima dituduh ngobat, namun Brigadir Putri menjelaskan bahwa hal yang wajar bagi seorang polisi untuk merasa curiga.
Dilihat olah Jawa Pos Radar Semarang Selasa (27/8), berdasar penggalan rekaman video di media sosial X yang dibagikan akun @kegblgnunfaedh, Brigadir Putri Cikita terlihat menuding pria yang diinterogasinya itu sedang ngobat.
Tudingan itu karena sang polwan melihat kondisi mata pria itu merah.
"Matamu udah merah banget nih, kamu abis ngobat ya?" tanya Putri Cikita kepada pria tersebut.
Namun, pria tersebut langsung menepis tudingan dari sang polwan. Ia bahkan meminta agar sang polwan tidak melemparkan tuduhan secara sembarangan.
“Hmm, pikirannya mbak gak boleh gitu mbak. Saya gak pernah ngobat mbak. Omongannya itu lho,” balas pria tersebut.
Mendengar bantahan pria itu, sang Polwan justru menghardik balik pria itu lantaran dianggap marah-marah setelah dituduh ngobat.
Menurutnya, polisi wajar menaruh curiga saat memeriksa seseorang terperiksa.
"Biasa aja kalo emang enggak (ngobat), orang kalau marah itu malah bahaya. Itu bikin kita curiga, kita itu bertanya. polisi itu wajib curiga!" ujar sang polwan.
Apalagi, Putri Cikita mencurigai pria tersebut karena dianggap tidak sopan ketika diperiksa oleh petugas kepolisian.
"Dengan kelakuan prilaku masnya yang seperti ini, daritadi banyak sekali tingkahnya. Ya wajib, memang itu pekerjaan kita seperti itu. Makanya tadi datang ke sini, kita periksa. Mulai dari kepala sampai ujung kaki kita periksa," ujarnya.
“Dengan tingkah masnya yang gak sopan. Kayak gitu ya wajar," imbuh sang polwan.
Setelah panjang lebar 'diceramahi' oleh sang polwan, pria itu pun akhirnya kicep. Dia merasa tidak ingin memperpanjang omongannya kepada sang polwan.
Alhasil, pria tersebut langsung menimpali sang polwan dengan kata maaf.
"Ya maaf," timpal pria tersebut. (dev/bas)
Editor : Baskoro Septiadi