RADARSEMARANG.ID - Asian School Badminton Championship yang ke 8 telah bergulir. Terdapat tujuh negara dengan total 137 atlet badminton junior yang ikut dalam kompetisi tersebut.
Opening Ceremony yang dilaksanakan di Ballroom Grand Rama Sinta Patra Hotel Semarang Senin (26/08). Persembahan tarian tradisional khas Semarang mengawali Opening Ceremony.
Selain itu juga terdapat devile kontingen semua negara yang berpartisipasi. Tujuh negara yang ikut dalam kompetisi tersebut yakni Brunei Darussalam, Hong Kong, China, Malaysia, Singapura, Sri Lanka, Thailand dan Indonesia.
Baca Juga: Ini Daftar Lokasi yang Terdampak Gempa 5.8 Jogjakarta, Pasar Prambanan Parah
Staf Ahli Bidang Hubungan Pusat dan Daerah Kementerian Pemuda dan Olahraga, Dwijayanto Sarosa Putera mengatakan kompetisi tersebut merupakan kompetisi badminton usia under 18 tahun. Sehingga para peserta bisa terus meningkatkan prestasi di bidang olahraga nasional terutama bulutangkis.
"Bulutangkis ini masuk ke dalam cabang olahraga unggulan di Indonesia," katanya.
Harapannya dengan adanya kompetisi tersebut, kemampuan para atlet bisa terasah dan berkembang.
Tidak hanya itu, kompetisi ini diharapkan bisa menjadi ajang silaturahmi antar atlet yang bertanding.
"Selain itu meningkatkan prestasi saya harapkan Asian School Badminton Championship bisa untuk menumbuhkan persahabatan antar pelajar yang ikut," jelasnya.
Dwijayanto menyebutkan dari tanggal 26 Agustus 2024, pertandingan sudah mulai bergulir hingga Sabtu depan.
Di mana kompetisi tersebut dilaksanakan di gedung olahraga (GOR) Universitas Semarang (USM).
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Luhur Dewanthono menegaskan pihaknya menerapkan kehati-hatian dalam hal kesehatan selama pertandingan bergulir.
Pihaknya juga bekerjasama dengan Dinas Kesehatan setempat serta dukungan dokter spesialis.
"Kami juga melibatkan dua dokter spesialis dari Kementerian serta dua buah ambulans yang dilengkapi dengan alat AED atau alat kejut," tambahnya.
Kemudian pihaknya juga memiliki dua rumah sakit rujukan ketika terdapat atlet yang cidera. Selain itu, bimbingan teknis untuk wasit tentang kesehatan.
"Kami sangat konsen sekali dan kami berharap standar ini akan selalu dilakukan disetiap event di Indonesia," pungkasnya. (nun)
Editor : Iskandar