RADARSEMARANG.ID - Istora Senayan kini akan terasa berbeda tanpa kehadiran Haryanto Muamar atau akrab dikenal Pak Yanto.
Suporter legendaris Indonesia itu dikabarkan meninggal atau tutup usia lantaran sakit.
Pak Yanto berpulang di usia 59 tahun pada Jumat (23/8/2024) pukul 16.50 waktu Malaysia.
Kabar duka itu juga disampaiakan oleh PBSI melalui unggahan instagram resmi pada Sabtu (24/8) pagi.
Sosok Pak Yanto merupakan supporter militan dan sering menjadi pusat perhatian karena aksi nyentriknya.
Berikut profil Pak Yanto dalam sepak terjangnya di dunia badminton.
Pak Yanto punya nama lengkap Haryanto Muamar. Ia merupakan pria kelahiran di Pamekasan, Madura pada 1 Desember 1964.
Di channel YouTube-nya, Pak Yanto -sapaan akrabnya- mengaku sebagai pengusaha.
Dari uangnya sebagai pengusaha, Pak Yanto sanggup mendukung aksi perjuangan para pebulutangkis Indonesia
Ia sempat viral ketika memberi kartu merah kepada wasit Singapore Open 2022, atau ketiga takbiran di Malaysia Masters 2022.
Saat itu, wasit sedang memimpin laga Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan vs Daniel Marthin/Leo Rolly Carnando di laga Singapore Open 2022.
Wasit diberi kartu merah oleh Pak Yanto karena salah menginput nilai.
Ketika mendukung aksi para pebulutangkis Tanah Air, khususnya di Istora Senayan, Pak Yanto selalu tampil nyentrik.
Ia kerap mengenakan kostum yang identik dengan warna merah-putih sehingga menarik perhatian suporter lain.
"Kalau tidak salah dari tahun 2008 (memakai pakaian serba Merah Putih). Ini kain yang saya pakai mungkin sudah lama, sudah 12 tahun karena saya cinta warnanya, warna bendera merah putih," kata pak Yanto kepada MNC Portal Indonesia medio Juni 2022.
Tak sampai di situ, Pak Yanto juga kerap muncul sebagai dirigen suporter di Istora Senayan. Pria yang lebih dari 43 tahun mendukung perjuangan para pebulutangkis Tanah Air ini kerap kali mengomandoi para suporter untuk membentuk “ombak” di tribun Istora Senayan.
"Para penonton sangat suka disemangati. Kalau saya semangat, mereka juga ikut semangat. Kalau pendukung kurang semangat, bisa-bisa pemain kalah dan lemah," lanjut pak Yanto.
Sayangnya, aksi nyentrik Pak Yanto tak bisa lagi kita lihat. Mengutip dari akun Instagram @ina_badminton, Pak Yanto meninggal dunia pada Jumat, 23 Agustus 2024 karena sakit.
“Pak yanto legendaris sekaligus komandan Badminton Lovers Indonesia menghembuskan napas terakhirnya pada Hari Jumat, 23 Agustus 2024,” tulis akun Instagram @ina_badminton.
“Belum diketahu pasti beliau meninggal karena apa, tapi melihat foto yang beredar pak yanto sempat mendapatkan perawatan di di rumah sakit," tutup akun di atas. (mia/bas)
Editor : Baskoro Septiadi