RADARSEMARANG.ID - Sebanyak 1.000 mahasiswa dari Institut Teknologi Bandung (ITB) menggelar aksi demonstrasi di depan Istana Negara.
Aksi tersebut diketahui sebagai bagian dari protes terkait pembatalan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pilkada dari keputusan DPR RI.
Dalam demo hari ini, Jum’at (23/8), merupakan upaya untuk mengawal keputusan MK dan memastikan pembatalan RUU Pilkada tetap berlaku.
Demonstrasi yang berlangsung sejak pagi tadi, tampak para mahasiswa membentangkan spanduk dan menyuarakan tuntutan mereka.
Para demonstran menuntut transparansi dan keadilan dalam proses legislasi serta mengingatkan pemerintah agar tetap memperhatikan aspirasi rakyat.
Selain itu, mereka juga menyerukan agar RUU Pilkada tidak kembali diajukan dalam bentuk apapun.
“Ganesha mengamuk kembali. Dokumentasi seruan aksi oleh seluruh mahasiswa ITB yang marah. Untuk Tuhan, Bangsa, dan Almamater! #KawalPutusanMK,” tulis Liga Film Mahasiswa ITB @lfmitb di media X.
“Hari ini tidak ada konten Sejarah, sebab hari ini akan menjadi Sejarah,” ungkap akun @neohistoria_id.
Ketua Kabinet KM ITB, Fidela Marwa Huwaida, menyatakan bahwa mahasiswa ITB akan berunjuk rasa di Jakarta.
Ribuan mahasiswa ITB ini juga akan menduduki kantor DPR RI demi membatalkan RUU Pilkada yang kontroversial.
Disamping itu, mahasiswa ITB dan peserta aksi lainnya bertekad melanjutkan demonstrasi selama beberapa hari ke depan.
Sedangkan aksi demo direncanakan berlangsung di gedung DPR RI dan depan Kantor KPU sebagai bagian dari tuntutan mereka..
Disisi lain, ratusan Mahasiswa di NTT dan Sulawesi Utara dan ribuan mahasiswa dari kota Malang juga mulai melakukan aksi demo hari Ini.
“Stay Safe Semuanya yang turun ke jalan, SAMPAI MENANG✊. BATALKAN BUKAN TUNDA, KEMBALIKAN TEMAN-TEMAN KAMI,” tulis @aingriwehuy di media sosial X.
“Kemaren mahasiswa Trisakti berhasil jebol pintu gedung Dpr. Hari ini 1000 mahasiswa ITB akan geruduk istana Negara,” timpal warganet lainnya.
Editor : Baskoro Septiadi