RADARSEMARANG.ID - Keikutsertaan Reza Rahadian bersama artis, selebriti, dan para komika bergabung dalam aksi darurat indonesia pada Kamis (22/08/2024) telah mencuri perhatian publik.
Bagaimana tidak, seorang aktor tampan 37 tahun itu yang jarang sekali terlibat kegiatan politik kini rela turun gunung lantaran gusar dan tidak tenang dengan fenomena politik tanah air.
Dimana DPR RI berencana menganulir Putusan Mahkamah Konstitusi terkait ambang batas calon peserta Pilkada 2024.
Tak hanya terlibat dalam demonstrasi saja Reza Rahadian juga memberikan orasi.
Publik pun cukup kagum dengan aktor pemeran B.J. Habibie tersebut karena memancarkan aura pejuang.
Ternyata setelah ditelusuri, tak heran jika Reza Rahadian gusar dan tidak bisa tidur dengan tenang disaat suasana demokrasi di Indonesia ada yang tidak beres.
Usut punya usut, Reza Rahadian merupakan cucu seorang pejuang wanita bernama Francisca Casparina Fanggidaej.
Francisca Fanggidaej mungkin tidak begitu dikenal di luar lingkaran keluarga dan sahabatnya, namun warisan dan jejaknya dalam kehidupan sosial dan keluarga memberikan dampak yang mendalam bagi banyak orang.
Francisca Fanggidaej merupakan pejuang wanita di masa kemerdekaan yang tak tercatat dalam buku sejarah.
Ia merupakan seorang wartawan yang lahir di Noelmina, Pulau Timor, 16 Agustus 1925 silam.
Reza Rahadian adalah cucu dari pernikahan kedua Francisca dengan sesama wartawan, Soepriyo.
Dari pernikahan tersebut, Francisca Fanggidaej memiliki enam anak, salah satu di antaranya adalah Pratiwi Widiantini yang merupakan ibu Reza Rahadian.
Meskipun berasal dari latar belakang yang sederhana, Francisca menunjukkan tekad dan dedikasi dalam berbagai aspek kehidupan, baik dalam keluarga maupun dalam kegiatan sosial.
Keputusan untuk pindah ke Jakarta beberapa dekade lalu bukan hanya untuk mendekatkan diri kepada keluarganya, tetapi juga untuk memperluas kesempatan dan dampaknya dalam komunitas yang lebih luas.
Selama tinggal di Jakarta, Francisca aktif terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan komunitas.
Ia dikenal karena peran aktifnya dalam organisasi yang mendukung pendidikan untuk anak-anak kurang mampu.
Francisca tidak hanya memberikan dukungan moral tetapi juga berkontribusi dalam bentuk materi dan tenaga untuk memastikan bahwa anak-anak yang kurang beruntung mendapatkan akses ke pendidikan yang layak
Selama peristiwa Gerakan 30 September pada 1965, Francisca sedang berada di Chili mewakili Indonesia. Kedekatannya dengan Soekarno dan Pemuda Rakyat membuat dirinya tak bisa pulang ke tanah air.
Peristiwa kelam tersebut menghapus sosoknya dari buku-buku sejarah yang dibuat Orde Baru.
Nenek Reza Rahadian itu terpaksa menyembunyikan identitasnya dan tinggal di Tiongkok selama 20 tahun.
Francisca diketahui meninggal di Utrecht, Belanda pada 2013 lalu sebagai warga negara Belanda karena terpaksa menyerahkan status WNI-nya.
Sebelum meninggal, Francisca Fanggidaej sempat bertemu dengan Reza Rahadian. Saat itu sang aktor mengunjunginya pada masa syuting film Habibie & Ainun.
Sebagai nenek dari Reza Rahadian, Francisca sering menjadi sumber inspirasi dan dukungan emosional bagi aktor tersebut.
Reza sering menyebutkan betapa pentingnya peran neneknya dalam membentuk karakter dan etika kerjanya.
Meskipun Francisca lebih memilih untuk berada di belakang layar dan tidak mencari perhatian publik, pengaruhnya dalam kehidupan Reza sangat besar. (mia/bas)
Editor : Baskoro Septiadi