RADARSEMARANG.ID - Update perkembangan kasus bunuh diri mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis atau PPDS Anestesi Undip Semarang disampaikan oleh pihak kepolisian.
Seperti diketahui Aulia Risma Lestari, 30, ditemukan meninggal di kamar kosnya pada Senin (12/8) pekan lalu.
Dua bukti penting dalam kasus dugaan bunuh diri mahasiswi kedokteran Undip yang ditemukan pihak kepolisian yakni buku diary yang mengungkap dan memberi petunjuk bahwa korban mengaku menerima perundungan dari seniornya.
Selain itu juga terdapat dua buah suntikan jarum berisi obat bius Roculax yang salah satunya telah digunakan korban sebelum meninggal.
Saat ini Polrestabes Semarang telah membentuk tim untuk menyelidiki kasus dugaan bunuh diri mahasiswi kedokteran Undip Semarang
"Penyidik Polrestabes Semarang sudah kami bentuk tim untuk gali informasi terkait adanya dugaan perundungan. Tim sedang bekerja," ungkap Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar Senin (19/8).
Setelah rampung olah TKP, pengembangan penyelidikan pihak kepolisian berlanjut kepada pengungkapan motif bunuh diri korban yang merupakan salah satu ASN di RSUD Kardinah Kota Tegal itu.
Kata Irwan, tim yang dibentuk akan berfokus pada dugaan perundungan. Dalam kurun waktu satu minggu ini pihaknya akan memeriksa orang-orang sekitar mendiang Aulia Risma Lestari.
"Tim sedang bekerja. Minggu ini akan lakukan pemeriksaan terhadap circle, teman-teman almarhum, ortu sahabat-sahabat yang bersangkutan. Kesimpulannya tim hari ini sudah berjalan," terang Irwan.
Bagaimanapun nanti pemeriksaannya, menurut Irwan kematian almarhumah akan mengerucut ke dua premis. Yakni apakah karena kelalaian ataupun memang berniat untuk bunuh diri.
Hasil olah TKP tim Inafis Polrestabes Semarang, ditemukan jarum suntik dan obat di dalam kamar kos korban. Irwan Anwar juga membeberkan masih melakukan penyelidikan terkait obat tersebut.
"Keterangan itu kan obat roculax, ini informasinya fungsinya untuk merelaksasi terhadap korban dalam proses pembedahan. Dan itupun ada takaran-takarannya," bebernya.
"Apakah ini juga digunakan korban dalam rangka obati sakit atau tidak ,nanti kita komunikasikan dengan ahli. Di TKP kita menemukan ada botol 5 mg tersisa 2 mg. Jadi Kemungkinan sudah digunakan tiga mg," pungkasnya. (mia/bas)
Editor : Baskoro Septiadi