RADARSEMARANG.ID - Kasus pemerkosaan dokter india Dr Moumita Debnath polisi telah melakukan otopsi.
Laporan otopsi dalam kasus dokter india diperkosa yang sedang magang pascasarjana di rumah sakit RG Kar di Kolkata mengungkap adanya 14 macam luka-luka.
Selain itu juga mengungkapkan fakta-fakta bahwa kasus pemerkosaan dokter india merupakan penetrasi paksa yang dilakukan oleh pelaku.
Dilansir dari timesofindia.indiatimes.com, dari laporan India Today mengungkap dan mendokumentasikan lebih dari 14 luka di tubuh korban, termasuk kepala, wajah, leher, lengan, dan alat kelaminnya, yang mengonfirmasi sifat kebrutalan serangan pelaku.
Dalam laporan tersebut juga memastikan bahwa korban Dr Moumita Debnath tewas karena dicekik secara manual.
Tubuh korban juga menunjukkan tanda-tanda jelas yang mengarah pada penyerangan secara seksual.
Selain itu dari hasil otopsi juga menyatakan adanya penetrasi paksa yang dilakukan oleh tersangka pelaku pemerkosaan dokter india Sanjay Roy, 33.
Cairan kental, putih, dan lengket ditemukan di dalam alat kelamin korban yang semakin menguatkan dugaan penyerangan tersebut.
Diantara cedera yang cukup parah ialah pada bagian hidung, rahang kanan, lengan kiri, dan bahu yang mengindikasikan adanya perlawanan hebat dari korban sebelum dikalahkan oleh pelaku.
Otopsi juga mengungkap adanya pendarahan di paru-paru dan adanya gumpalan darah yang menunjukkan adanya luka fisik yang ekstrem.
Saksi yang melihat jenazah mengatakan bahwa dirinya melihat Dr Moumita Debnath terbaring di podium aula seminar.
“Seprai biru menutupi jenazah dari leher hingga lutut. Kurta nya acak-acakan dan celananya hilang. Laptop, buku catatan, ponsel, dan botol airnya berada di samping jasadnya,” kata seorang sumber dinukil dari timesofindia.indiatimes.com.
Meskipun dalam kondisi setengah tertidur, namun korban tak mampu melawan hingga akhirnya meninggal.
Meski begitu, perlawanan tersebut memberikan bukti penting kepada penyelidik kepolisian.
“Dia berusaha melawan dan menimbulkan luka dan cakaran yang dalam pada tangan pelaku. Saat pemeriksaan medis luka cakaran pada tubuh Sanjay Roy cocok dengan sampel darah yang dikumpulkan dalam kuku korban,” terang pihak kepolisian. (mia/bas)
Editor : Baskoro Septiadi